Kamis, 20 Agustus 2026 M· Edisi Nasional
Melihat CelahMengisi RuangMembuka Arah
Breaking
IKLANRuang Iklan Atas970×90 Leaderboard
OlahragaDepth

Kemiripan Taktik Pep Guardiola dan Enzo Maresca

5 Pelatih Yang Berhasil Juara Liga Inggris di Musim Pertama Debut Bagaimana Xabi Alonso di Chelsea - Jose Murinho - Ancelotti - Antonio Conte - Arne Slot - Pellegrini - Louis Van Gaal - Eric Ten Hag - Sir Alex Ferguson - Manchester United - Manchester City - Liverpool - English Premier League managers who won the league in their first season
5 Pelatih Yang Berhasil Juara Liga Inggris di Musim Pertama Debut Bagaimana Xabi Alonso di Chelsea

Mezzala – Era baru Manchester City setelah ditinggal Pep Guardiola dimulai dengan laga kompetitif pembuka awal musim yaitu Piala FA Community Shield. Enzo Maresca menjalani laga kompetitif pertamanya sebagai pelatih Man City pada Community Shield 16 Agustus 2026 di Cardiff, dan hasilnya jauh dari harapan: Man City takluk 0-3 dari Arsenal yang juara Liga Primer Inggris musim 2025/26. Ini adalah pertemuan keempat Maresca vs Arteta hasilnya Arteta menang 2 kali dan imbang 2 kali, Maresca belum pernah menang dari Arteta dari 4 laga perjumpaannya. Manchester City akan memulai Liga Primer Inggris musim 2026/27 pada 23 Agustus melawan Bournemouth di Etihad Stadium.

Maresca resmi ditunjuk menggantikan Pep Guardiola pada akhir Juni 2026, tak lama setelah Guardiola mengumumkan mundur dari City di penghujung musim 2025-26 — musim di mana City gagal mempertahankan gelar liga dan takluk dari Arsenal. City dilaporkan membayar kompensasi lebih dari £17 juta pound sterling kepada Chelsea untuk mendapatkan Maresca, yang saat itu sudah tidak lagi menjabat di Stamford Bridge sejak awal Januari 2026. Kontrak Enzo Maresca di Man City berdurasi tiga tahun.

Profil Lengkap Enzo Maresca Melatih Tim Apa Saja?

Nama Enzo Maresca kini tengah menjadi buah bibir di panggung sepak bola dunia. Pria asal Italia ini dikenal sebagai salah satu peracik taktik modern paling potensial. Melalui pendekatan permainan berbasis penguasaan bola yang matang, ia sukses merintis karier kepelatihannya dari level akademi bawah hingga kini dipercaya menukari klub-klub raksasa Eropa.

IKLANRuang Iklan In-Artikel300×250 / responsif

Bagaimana sebenarnya perjalanan karier kepelatihan Enzo Maresca? Berikut adalah jajaran rekam jejak atau Curriculum Vitae (CV) Enzo Maresca dari masa magang, petualangan di Italia, hingga di Liga Inggris.

Baca Juga:

1. Masa Rintisan dan Sukses di Level Akademi

Sebelum memegang kendali penuh atas tim utama senior, Maresca menghabiskan waktu beberapa tahun untuk menyerap ilmu sebagai asisten pelatih dan pemandu bakat muda di berbagai liga top Eropa:

  • Ascoli (Italia – 2017): Segera setelah gantung sepatu sebagai pemain, Maresca memulai langkah pertamanya di pinggir lapangan dengan menjadi asisten pelatih Fulvio Fiorin.
  • Sevilla (Spanyol – 2017–2018): Ia sempat terbang ke La Liga untuk bekerja sebagai staf kepelatihan mendampingi nama-nama besar seperti Vincenzo Montella dan Joaquín Caparrós.
  • West Ham United (Inggris – 2018–2019): Pengalaman perdananya di atmosfer Liga Inggris didapat saat ditunjuk menjadi asisten manajer bagi taktis veteran, Manuel Pellegrini.
  • Manchester City Akademi (Inggris – 2020–2021): Ini merupakan titik balik kariernya. Maresca dipercaya memimpin skuad Elite Development Squad (EDS) Man City U-23. Di bawah arahannya, talenta muda City sukses menjuarai Premier League 2 untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Skuad ini melahirkan bakat-bakat besar seperti Cole Palmer.

2. Ujian Pertama di Liga Italia Serie B

Berkat reputasi apiknya di akademi Manchester City, klub legendaris Italia, Parma, resmi menunjuk Maresca sebagai pelatih kepala tim senior mereka pada tahun 2021. Sayangnya, debutnya sebagai manajer utama di kompetisi Serie B ini tidak berjalan mulus. Akibat rentetan hasil yang kurang konsisten, manajemen Parma memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengannya sebelum musim berakhir.

Baca Juga: Panduan Lengkap Bermain Game FPL (Fantasy Premier League)

3. Meraih Kejayaan Besar di Kompetisi Inggris

Kegagalan di Parma tidak membuat bakatnya meredup. Setelah sempat kembali ke Etihad Stadium untuk menjadi asisten Pep Guardiola pada musim bersejarah Treble Winner (2022/2023), Maresca langsung melesat menjadi salah satu pelatih paling diburu di Inggris.

Juara Bersama Leicester City di Championship (2023–2024) Kembali Promosi ke Liga Primer Inggris

Maresca menerima tantangan berat untuk membangkitkan Leicester City yang baru saja terdegradasi ke kasta kedua (EFL Championship). Menggunakan filosofi bermain inverted fullback yang dinamis, ia secara luar biasa menyulap The Foxes menjadi tim yang sangat dominan. Hasilnya, Leicester City sukses keluar sebagai Juara Championship dan langsung promosi kembali ke Premier League hanya dalam satu musim.

Enzo Maresca Bawa Dua Trofi Untuk Chelsea Lengkapi Lemari Trofi

Prestasi hebat di Leicester membawa Enzo Maresca mendarat di Stamford Bridge. Mengarsiteki Chelsea selama 18 bulan, ia berhasil mengembalikan kestabilan performa klub London Barat tersebut. Catatan prestasinya di Chelsea meliputi:

  • Membawa Chelsea finis di peringkat ke-4 Premier League pada musim perdana (2024/2025).
  • Menjuarai kompetisi Eropa UEFA Conference League (2024/2025).
  • Merengkuh trofi bergengsi FIFA Club World Cup (Piala Dunia Antarklub) 2025 di Amerika Serikat setelah menumbangkan PSG dengan skor telak 3-0.

Chelsea secara resmi telah menamatkan sepak bola. Istilah ini ramai digaungkan karena The Blues berhasil menjadi klub pertama dalam sejarah sepak bola yang mampu menyapu bersih seluruh trofi utama di tingkat domestik, regional benua (EFA), hingga level dunia (FIFA).

Baca Juga: Ini Dia Film Asia Pertama di Dunia yang Menang Piala Oscar Kategori Best Film

Menjadi Suksesor Pep Guardiola di Manchester City (2026–Sekarang)

Setelah secara mendadak mengundurkan diri dari Chelsea menjelang akhir tahun 2025 akibat dinamika internal klub, Maresca tidak butuh waktu lama untuk menemukan pelabuhan baru. Pada musim panas 2026, ia resmi ditunjuk sebagai manajer utama Manchester City, mengisi posisi besar yang ditinggalkan oleh sang mentor, Pep Guardiola.

Perjalanan CV Enzo Maresca membuktikan bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil. Dari melatih tim usia muda, sempat terjatuh di kompetisi domestik Italia, hingga akhirnya memenangkan trofi-trofi mayor di Inggris, Maresca kini telah bertransformasi menjadi salah satu manajer elit yang taktiknya patut diwaspadai di kompetisi sepak bola modern.

Hubungan Enzo Maresca dengan manajemen Chelsea memburuk hingga ia berhenti melatih di awal Januari 2026. Chelsea sendiri kini sudah menunjuk Xabi Alonso sebagai pengganti Maresca.

Taktik Enzo Maresca Cocok Lanjutkan Warisan Pep Guardiola di Man City

Man City menyambut, Chelsea melepas dengan berat hati: Dalam pernyataan resminya di situs Manchester City, Enzo Maresca menyebut Man City sebagai klub yang sangat ia kenal dan menyebut kesempatan menangani tim ini sebagai peluang berharga baginya. Chelsea, di sisi lain, menyatakan Maresca sendiri yang menyampaikan keinginan hengkang di tengah kontrak setelah mengetahui peluang menggantikan Pep Guardiola.

Guardiola puji Maresca: Guardiola sempat memuji kinerja Maresca di Chelsea pada 2025, sebelum kepindahan ini resmi terjadi, dengan menyebutnya sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia dan menilai capaian Maresca di Chelsea. Enzo Maresca membawa Chelsea juara UEFA Conference League (2024/2025) dan FIFA Club World Cup (2025). Ini melengkapi sejarah Chelsea yang telah melengkapi trofi di semua ajang turnamen besar yang diikuti.

Kemiripan Taktik Guardiola dan Maresca: Analisis Mezzala.id menyoroti sejumlah kesamaan taktik nyata antara taktik Enzo Maresca dan taktik Guardiola, bukan sekadar kesan visual. Sejak awal musim 2024-25 hingga Maresca hengkang dari Chelsea, hanya Liverpool dan Manchester City yang punya rerata expected goals (xG) lebih tinggi dari torehan Chelsea sebesar 1,8 per 90 menit. Di lini pertahanan, xG kebobolan Chelsea (1,3 per 90 menit) nyaris setara dengan City (1,2 per 90 menit) pada periode yang sama, ini capaian yang menonjol mengingat skuad Chelsea tercatat sebagai yang termuda (berdasar rerata usia yang ditimbang menit bermain) di dua musim beruntun 2024-25 dan 2025-26.

Baca Juga: Pelatih Yang Sukses Juara Liga Inggris di Musim Pertama Melatih

Kemiripan Taktik Guardiola dan Enzo Maresca: Build-Up Formasi 3-2-3-2 atau 3-2-5

Kemiripan Taktik Guardiola dan Maresca paling mencolok ada pada pola build-up: bek sayap yang bergerak masuk ke tengah membentuk formasi 3-2-5 dengan dua gelandang jangkar situasional saat membangun serangan dari lini belakang. Maresca kerap merotasi bek sayap mana yang masuk ke dalam, namun tetap mensyaratkan pemain dengan teknik tinggi untuk peran itu — pemain yang oleh Maresca sendiri disebut sebagai sosok yang mampu “bermain di tengah kepadatan” (play in the traffic). Pola ini secara fundamental bersifat defensif karena menciptakan struktur pertahanan yang kokoh saat bola hilang.

Kesamaan lain: menurut catatan Mezzala tidak ada tim di Liga Primer musim 2025-26 (sebelum Maresca hengkang dari Chelsea) yang mencatat rerata operan per rangkaian serangan lebih banyak, atau progresi bola ke depan lebih lambat, dibanding Chelsea dan Manchester City, ini ciri khas gaya main sabar dan terkontrol ala Pep Guardiola.

Aspek TaktikKemiripan Taktik Guardiola dan Enzo Maresca
Build-upBek sayap masuk ke tengah (inverted fullback) membentuk 3-2-5 dengan dua gelandang jangkar situasional
Filosofi seranganPenguasaan bola sabar, operan per rangkaian serangan tinggi, progresi bola relatif lambat
Struktur lapanganKontrol area tengah, jaringan permainan di sisi lebar, dominasi teritorial menekan lawan ke pertahanan sendiri
Fleksibilitas taktikSama-sama eksperimen posisi pemain (misalnya bek kanan diplot sebagai gelandang) dan perubahan formasi situasional

Eksperimen Formasi Taktik Enzo Maresca

Meski kerangka dasarnya mirip, Mezzala mencatat bahwa Enzo Maresca juga menunjukkan kemauan bereksperimen di luar sistem Guardiola. Selama Chelsea di turnamen Piala Dunia Antarklub 2025, Maresca sempat mengubah formasi dari 4-2-3-1 ke 4-2-2-2 saat melawan Flamengo di fase grup, percobaan yang berujung kekalahan. Namun ia beralih ke formasi 4-3-3 dan 3-2-2-3 dengan efektivitas tinggi baik saat menguasai maupun kehilangan bola, membuka jalan bagi Chelsea ke final melawan PSG yang akhirnya dimenangkan Maresca melawan Luis Enrique. Skor laga final Piala Dunia Antar Klub 2025 Chelsea 3-0 PSG di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin, 14 Juli 2025 dini hari WIB.

Pola pertahanan campuran, kombinasi penjagaan orang-per-orang dan zonal press yang diterapkan di final itu disebut sebagai cetak biru struktur pertahanan Chelsea di bawah Maresca. Namun juga ada sisi rentannya: ketika timing pelaksanaannya meleset, skema ini bisa membuka celah besar di lini belakang, sesuatu yang relevan diawasi mengingat performa Man City di The FA Community Shield, ketika kiper Arsenal David Raya nyaris tidak pernah benar-benar diuji sepanjang laga.

Baca Juga: 100 Tahun Usia Pondok Modern Darussalam Gontor: Wakil Menteri Agama RI Sebut Ini

3 Murid Guardiola di Liga Inggris 2026/27: Mikel Arteta, Enzo Maresca, dan Xabi Alonso

Secara historis, sejumlah nama yang pernah bekerja di bawah Guardiola: Enzo Maresca, Mikel Arteta, Vincent Kompany, dan Xabi Alonso telah terbukti mampu meraih sukses besar sebagai pelatih kepala di klub masing-masing. Publik Man City tentu berharap Maresca mengikuti jejak yang sama, meski start musim pertamanya jauh dari ideal.

Dua hal menjadi sorotan jangka pendek. Pertama, bagaimana Maresca menanamkan struktur pertahanan keluar-masuk (out-of-possession) yang jadi andalannya di Chelsea, ke skuad Man City yang terbiasa dengan sistem Pep Guardiola selama satu dekade. Kedua, nasib Erling Haaland di bawah Maresca dalam laga Community Shield, penyerang asal Norwegia itu baru kembali berlatih usai Piala Dunia dan ditarik keluar pada menit ke-53 setelah hanya menyentuh bola tujuh kali.

Mikel Arteta telah sukses membangun sistem di Arsenal hingga akhirnya berhasil meraih juara Liga Primer Inggris 2025/26. Namun jika ditanya Xabi Alonso vs Arteta, maka Xabi Alonso nampaknya lebih unggul dibandingkan Arteta dan Maresca, sebab Xabi Alonso telah menerima pengalaman yang lebih kompleks di bawah kepelatihan manager kelas elit. Berikut adalah deretan manajer kelas elit yang memberikan pengalaman kompleks dan membentuk kecerdasan taktik Xabi Alonso:

1. Pep Guardiola (Bayern Munich, 2014–2016)
Ilmu: Sistem positional play, dominasi penguasaan bola total, dan detail cara membongkar pertahanan blok rendah. Menjadi fondasi utama Alonso dalam membangun struktur permainan dominan yang terbukti efektif di Bayer Leverkusen.

2. José Mourinho (Real Madrid, 2010–2013)
Ilmu: Transisi serangan balik cepat yang mematikan, organisasi pertahanan yang super rapat, serta mentalitas pemenang dan aspek psikologis ruang ganti. Membuat Alonso tidak sekaku Guardiola; ia tahu kapan harus bermain pragmatis dan bertahan solid jika diperlukan. Mourinho datang ke Real Madrid saat Barcelona sangat mendominasi La Liga, Mourinho sukses membawa Real Madrid menjadi klub pertama dalam sejarah kompetisi La Liga Spanyol yang mampu meraih 100 poin dalam satu musim La Liga, Real Madrid juga mencetak 121 gol dalam satu musim La Liga.

Sebelum Mourinho datang, Real Madrid selalu gugur di babak 16 besar di Liga Champions Eropa selama 6 musim berturut-turut. Namun Real Madrid di era Jose Mourinho secara konsisten menembus babak Semifinal UEFA Champions League dalam 3 musim beruntun: Real Madrid disingkirkan oleh Barcelona pada musim 2010/2011 (kontroversial karena UEFA dan wasit UCL bahkan organisasi UNICEF dituding membantu Barcelona untuk tampil di final), Real Madrid disingkirkan oleh Bayern Munich pada 2011/2012 (Chelsea juara vs Bayern yang finalnya diselenggarakan di stadion Bayern sendiri), dan Real Madrid disingkirkan Borussia Dortmund pada 2013 (Final All-Germany di UCL 2012/2013 rivalitas Der Klassiker Liga Jerman).

Jose Mourinho telah menanmkan mentalitas juara pada Real Madrid yang awalnya terkesan klub kumpulan pemain bintang yang manja. Alonso pastinya telah banyak mengambil ilmu dari pengalaman selama di bawah kepelatihan Jose Mourinho.

3. Carlo Ancelotti (Real Madrid, 2013–2014 & Bayern Munich, 2016–2017)
Ilmu: Manajemen pemain dan klub tingkat tinggi, pendekatan yang tenang di bawah tekanan, serta fleksibilitas taktik yang memberikan kebebasan kreativitas pada pemain dan hubungan yang baik dengan pengurus klub. Alonso dikenal sebagai pelatih yang sangat dicintai pemainnya karena pendekatan personalnya yang meniru gaya Don Carlo.

4. Rafael Benítez (Liverpool, 2004–2009)
Ilmu: Kedisiplinan posisi yang sangat ketat, analisis video yang mendalam, mengamati kebiasaan taktik lawan dan karakter pemain lawan, serta strategi turnamen (terbukti lewat keajaiban Istanbul di Liga Champions 2005). Mengasah insting Alonso dalam membaca detail taktik makro di atas lapangan sejak usia muda.

5. Vicente del Bosque & Luis Aragonés (Timnas Spanyol, 2004–2014)
Ilmu: Cara mengelola ego para pemain bintang dan menerapkan gaya main Tiki-Taka khas Spanyol yang membawa Spanyol mendominasi dunia (juara Euro 2008, 2012, dan juara Piala Dunia 2010).

Baca Juga: HP Oppo Ini Harga Rp 27 Juta: Kamera Lebih Baik Dari iPhone

Pertanyaan Singkat Seputar Enzo Maresca Manchester City

Kapan Enzo Maresca resmi menjadi pelatih Manchester City?
Penunjukannya diumumkan akhir Juni 2026, menggantikan Pep Guardiola yang mundur usai musim 2025-26 setelah satu dekade menukangi City. Namun terungkap bahwa Enzo Maresca dianggap mengkhianati Chelsea, Enzo Maresca memilih mundur pada Desember 2025, yang kemudian disusul kepindahannya secara resmi ke Manchester City pada Juni 2026.

Apa hasil laga kompetitif pertama Enzo Maresca bersama City?
City kalah 0-3 dari Arsenal di Community Shield 16 Agustus 2026 di Cardiff, dengan gol dari Calafiori, Havertz, dan Odegaard.

Statistik rekor Enzo Maresca vs Mikel Arteta?
Maresca vs Arteta telah bertemu 4 kali, hasilnya Arteta menang 2 kali dan imbang 2 kali, Maresca belum pernah menang vs Arteta selama 4 laga berjumpa.

Kapan musim Liga Primer Inggris 2026/27 dimulai bagi Man City?
City memulai laga pertama Liga Primer musim ini melawan Bournemouth di Etihad Stadium pada 23 Agustus 2026.

Baca Juga: Ikuti liputan Liga Primer Inggris musim 2026-27 lainnya di rubrik Olahraga Mezzala. Sumber lebih lanjut: Sky Sports — pengumuman resmi penunjukan Maresca, situs resmi Manchester City — laporan Community Shield 2026, dan Wikipedia — profil karier Enzo Maresca.

Bagikan: WhatsApp X Facebook Telegram
✍️ Redaksi Mezzala.id
MEZZALA (mezzala.id), Media Digital Indonesia, Email: redaksi@mezzala.id
IKLANRuang Iklan Bawah970×90 / responsif
🏠Beranda 📰Terkini 🕌Cahaya Islam Premium