Kamis, 20 Agustus 2026 M· Edisi Nasional
Melihat CelahMengisi RuangMembuka Arah
Breaking
IKLANRuang Iklan Atas970×90 Leaderboard
KulinerDepth

Aneka Macam Soto di Indonesia: Soto Bening dan Soto Santan Lebih 100 Macam Soto di Indonesia

Macam Soto Indonesia - Resep Soto Medan Kuah Kuning Kuah Santan Lengkap Perkedel Kentang dan Emping - Media Digital Mezzala.id
Macam Soto Indonesia - Resep Soto Medan Kuah Kuning Kuah Santan Lengkap Perkedel Kentang dan Emping - Mezzala.id

Mezzala – Soto adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang telah menjadi favorit di dalam negeri dan mendapatkan pengakuan internasional sebagai salah satu warisan kuliner Nusantara Indonesia yang menggugah selera. Hidangan sup tradisional Indonesia yang sangat populer ini memiliki rasa yang kaya dan unik karena beragam variasi di setiap daerah di Indonesia. Berakar dari pengaruh kuat dari kuliner Tionghoa (caudo), soto telah berevolusi selama berabad-abad menjadi simbol keberagaman makanan khas budaya Indonesia. Penyajian makanan soto yang mencampur nasi dengan kuah di dalam satu mangkok juga sering kali disebut makanan rakyat di Korea sejak jaman Joseon.

Mezzala merangkum artikel sejarah soto, jenis kuah soto, kandungan kalori semangkuk soto ayam, hingga daftar puluhan macam soto daerah yang mungkin belum pernah Anda dengar.

Sejarah Soto Berasal dari Mana? Dua Teori yang Bersaing

Menurut catatan sejarah, soto dikenal dengan nama berbeda-beda di tiap daerah umumnya disebut soto, tapi di Makassar disebut coto, dan di sejumlah daerah lain disebut tauto atau sroto. Meski asalnya diyakini dari Nusantara dan tiap daerah mengembangkan resepnya sendiri, sejumlah sejarawan menduga soto turut dipengaruhi tradisi kuliner asing, terutama Tionghoa.

IKLANRuang Iklan In-Artikel300×250 / responsif

Sejarawan Denys Lombard, dalam bukunya Le Carrefour Javanais, mengemukakan bahwa asal-mula soto adalah sup Tionghoa bernama caudo (dalam bahasa Tionghoa: tshau-tso, yang secara harfiah berarti “babat”). Sup ini disebut populer di kalangan pendatang Tionghoa di pesisir utara Jawa sekitar abad ke-19 pada masa kolonial Belanda.

Baca Juga: Rekomendasi Mobil Listik di even GIIAS 2026 Indonesia

Dua Jenis Soto Kuah Bening dan Soto Kuah Santan

Secara umum, kelezatan soto di tanah air terbagi menjadi dua jenis soto, yaitu soto kuah bening yang segar dan ringan dan soto kuah santan (atau susu) yang kaya, gurih, dan bertekstur kental. Sentuhan rempah-rempah lokal seperti serai, daun jeruk, lengkuas, dan kunyit menjadi kunci utama yang membedakan soto Indonesia dengan sup dari negara lain. Selain dua jenis soto yaitu kuah kaldu bening dan kuah santan kelapa, ada pula soto berkuah tauco, kacang, atau kuah keluak yang berwarna hitam mirip rawon. Tahukah Anda bahwa Soto Medan dan Soto Betawi punya kemiripan menggunakan kuah santan, tetapi Soto Padang tidak menggunakan kuah santan padahal secara umum makanan khas minang menggunakan santan kelapa, akan tetapi soto Padang menggunakan kuah bening dengan pelengkap isi soto yaitu daging kriuk paru sapi.

Indonesia memiliki lebih dari 100 jenis soto? Setiap daerah memiliki interpretasi tersendiri dalam meracik hidangan ini, tergantung pada hasil bumi dan tradisi lokal.

Aneka Macam Soto di Indonesia Jumlahnya Lebih dari 100 Macam Soto Hingga Soto Masuk Rekor MURI

Soto di Indonesia sangat banyak. Nyaris setiap daerah memiliki menu soto. Pada tahun 2014 Museum Rekor Indonesia (MURI) pernah menyebut bahwa soto nusantara mempunyai lebih dari 100 varian. Pada tahun 2018 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menetapkan soto sebagai satu dari lima hidangan nasional Indonesia, bersama sate, rendang, nasi goreng, dan gado-gado. Tapi soto bukan satu resep tunggal, artikel “Satu dalam Soto” yang dimuat Kompas edisi 20 Oktober 2020 rubrik Jendela Kompas yang memetakan tak kurang dari 41 macam soto yang tersebar di seluruh Nusantara, masing-masing dengan kuah, isian, dan nama lokal berbeda.

Kita mengenal Soto Lamongan dengan ciri khas koya udangnya, Soto Betawi yang gurih dengan campuran santan dan susu, Coto Makassar yang kaya akan jeroan dan rempah, hingga Soto Banjar yang harum aroma kayu manis, dan Soto Medan dengan kuah santan kuning dan kroket kentang alias perkedel dan tauge sebagai pelengkap sebagaimana dijelaskan dalam artikel Perbedaan Soto Medan dan Soto Betawi.

Kekayaan aneka ragam makanan soto Indonesia telah diakui secara resmi melalui pencapaian luar biasa di panggung nasional, soto pecahkan Rekor MURI sebagai bukti nyata pada ajang Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2014 (yang juga dikenal sebagai Kadin Creative Corner) di Batam. Dalam acara tersebut, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia berhasil memecahkan rekor dunia Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan menyajikan 100 jenis soto Nusantara secara sekaligus. Sajian pemecah rekor ini melibatkan ragam kuliner dari 24 daerah berbeda di seluruh Indonesia, membentang dari ujung Aceh hingga Papua. Penyerahan sertifikat rekor dunia tersebut dilakukan secara resmi pada tanggal 6 Juni 2014. Pendorong Ekonomi Kreatif Nasional Acara pemecahan rekor ini tidak hanya bertujuan untuk memuaskan selera para pencinta kuliner yang hadir, tetapi memiliki misi yang jauh lebih besar.

KADIN Indonesia memanfaatkan momentum ini sebagai strategi untuk melestarikan kuliner tradisional asli Indonesia agar tidak lekang oleh zaman. Lebih dari itu, pameran 100 jenis soto ini terbukti sukses mendongkrak ekonomi kreatif nasional, khususnya di sektor industri kuliner. Dengan mengangkat soto ke level festival internasional, para pelaku usaha kuliner lokal mendapatkan panggung untuk berkembang, berinovasi, dan memperkenalkan cita rasa Nusantara ke mata dunia. Soto bukan lagi sekadar makanan rakyat, melainkan aset bangsa yang bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga: Hubungan Usus dengan Kesehatan Kulit dan Wajah

Asal-Usul Soto Indonesia dari Pengaruh Empat Budaya

Asal-usul bahan-bahan yang membentuk soto hari ini, hasil perpaduan budaya kuliner luar dan lokal yang bercampur di Nusantara:

  • China — menyumbang bihun dan bawang putih.
  • India — menyumbang kunyit dan bawang merah.
  • Eropa (lewat bangsa Spanyol, Portugis, dan Belanda yang membawa tanaman dari Benua Amerika) — menyumbang kentang, tomat, dan cabai. Kentang goreng atau perkedel kentang yang lazim ada di soto adalah warisan adopsi dari Belanda.
  • Nusantara sendiri — menyumbang serai, lengkuas, merica, dan kemiri.

Apa Saja Isi Semangkuk Soto Indonesia? Soto Ayam Paling Populer

Sebagai varian soto paling populer dan paling luas sebarannya di Indonesia — dengan kuah kaldu ayam berbumbu kunyit sebagai ciri khasnya — soto ayam beraneka ragam dengan pelengkapnya: daun bawang, kol, kuah kaldu bumbu kunyit dan rempah lain, ayam suwir, tomat, serbuk koya, bawang goreng, perkedel kentang, telur pindang atau telur rebus, bihun, dan seledri. Untuk menambah kenikmatan, soto biasa dibubuhi perasan jeruk nipis (yang rasa asamnya tidak menaikkan kadar kolesterol seperti kecap manis), kecap manis, acar, dan sambal. Lebih lanjut lagi, soto juga dilengkapi dengan kerupuk dan emping.

Selain soto ayam, sejumlah macam soto dengan isi daging sapi, jeroan sapi ataupun kuah yang berbeda seperti Soto Madura, Soto Lamongan, Soto Ambengan Surabaya, Soto Padang, Soto Kudus, dan Soto Banjar Kalimantan.

Baca Juga: Rahasia Resep Sambal Ijo Padang Yang Nikmat

Berapa Kalori Semangkuk Soto Ayam?

Infografis mencantumkan estimasi kandungan gizi satu mangkuk soto ayam sebesar 312 kalori, dengan rincian proporsi: 44% lemak, 31% protein, dan 25% karbohidrat. Dari sisi berat, tercatat angka lemak 14,92 gram, serta dua angka lain (19,55 gram dan 24,01 gram) untuk protein dan karbohidrat. Gizi dalam soto juga berbeda tergantung resep dan pelengkapnya. (Anda perlu cek di jurnal maupun artikel lain terkait kalori soto untuk informasi lebih lanjut)

Peta Sebaran Soto di Indonesia

Aneka macam soto paling banyak ditemukan adalah di Pulau Jawa, yang memperkuat dugaan bahwa soto memang populer dan secara tidak langsung telah melahirkan beraneka ragam varian resep soto dan pelengkap soto karena menyesuaikan dengan selera, budaya, serta bahan lokal masing-masing daerah.

Macam-macam Soto Kuah Bening di Indonesia

  • Soto Kudus
  • Soto Jepara
  • Soto Pati
  • Soto Semarang
  • Soto Blora
  • Soto Kedu
  • Soto Ambengan Surabaya
  • Soto Lamongan
  • Soto Madura
  • Soto Malang
  • Soto Jember
  • Soto Mahakam
  • Soto Banjar Kalimantan Selatan
  • Soto Padang Sumatera Barat
  • Soto Ambon

Macam-Macam Soto Kuah Santan di Indonesia

  • Soto Medan Sumatera Utara
  • Soto Aceh
  • Soto Pekanbaru Riau
  • Soto Betawi Jakarta
  • Soto Tangkar Jakarta
  • Soto Kriyik Purbalingga
  • Soto Banten
  • Soto Bogor
  • Soto Kediri

Soto dengan Kuah Khas Lainnya

  • Tauto Pekalongan — berkuah tauco.
  • Soto Grombyang — berkuah keluak, warnanya hitam mirip rawon.
  • Coto Makassar — nama lokal soto di Makassar.

Baca Juga: Ini Dia Film Asia Pertama Yang Memenangkan Piala OSCAR Kategori Film Terbaik

Analisis Mezzala: Puluhan Resep Soto dan Pelengkapnya

Ada puluhan resep soto, yang menarik dari pemetaan aneka ragam jenis soto dan macam soto ini bukan sekadar jumlahnya, melainkan pola di baliknya. Soto bukan resep yang menyebar seragam dari satu titik, melainkan kerangka dasar — kaldu berbumbu kunyit atau santan, plus isian daging/jeroan — yang tiap daerah isi ulang dengan bahan dan selera lokal. Beragam resep soto dan jenis kuah soto tersebar di Indonesia. Soto Betawi memakai santan dan jeroan sapi karena tradisi kuliner Betawi yang kaya rempah dan susu; Soto Banjar memakai kuah bening karena pengaruh dagang pesisir Kalimantan yang lebih ringan; sementara Soto Grombyang dari Pemalang justru memilih keluak, bahan yang lebih lazim ditemukan pada rawon, hingga Soto Medan kuah santan berwarna kuning yang dilengkapi perkedel kentang dan tauge.

Pola sebaran yang terpusat di Jawa juga sejalan dengan teori Denys Lombard soal akar soto dari sup Tionghoa caudo yang berkembang di pesisir utara Jawa pada abad ke-19 — sebuah pengingat bahwa “masakan nasional” Indonesia sering kali adalah hasil akulturasi panjang, bukan penemuan tunggal satu daerah.

Baca Juga: HP OPPO dengan kamera Hasselblad termurah Rp 15 Juta

Penutup

Dari kaldu bening Soto Lamongan sampai kuah santan Soto Betawi, dari pengaruh kunyit India sampai kentang ala Belanda, soto adalah bukti bahwa masakan “nasional” Indonesia sesungguhnya adalah rajutan dari puluhan dapur daerah dan sejarah percampuran budaya yang panjang. Mana soto favorit Anda?

Baca Juga: Jelajahi artikel rubrik Kuliner Mezzala lainnya.

Sumber data dapat ditelusuri lewat situs resmi Kemenparekraf soal penetapan 5 hidangan nasional 2018, dan referensi buku Le Carrefour Javanais karya Denys Lombard.

Bagikan: WhatsApp X Facebook Telegram
✍️ Redaksi Mezzala.id
MEZZALA (mezzala.id), Media Digital Indonesia, Email: redaksi@mezzala.id
IKLANRuang Iklan Bawah970×90 / responsif
🏠Beranda 📰Terkini 🕌Cahaya Islam Premium