Kamis, 20 Agustus 2026 M· Edisi Nasional
Melihat CelahMengisi RuangMembuka Arah
Breaking
IKLANRuang Iklan Atas970×90 Leaderboard
FilmDepth

Efek Rashomon: Seni Tingkat Tinggi Dalam Teknik Sinema Film Drama Misteri Thriller

Drama-Korea-The-Affair-Was-Just-The-Beginning-Kdrama-Kim-Hye-Soo-Efek-Rashomon-Effect-Drakor-Terbaik-2026-Kapan-Tayang
Drama Korea The Affair Was Just The Beginning Kdrama Kim Hye-Soo Teknik Film Efek Rashomon Effect Drakor Terbaik 2026

Mezzala – Apakah Anda pernah menonton film atau drama dimana satu peristiwa yang sama diceritakan ulang oleh beberapa karakter, tapi versinya berbeda?. Dalam dunia sinema film dan psikologi, fenomena ini punya nama Efek Rashomon. Bukan sekadar trik plot misteri, teknik sinema film ini adalah eksplorasi perbedaan sudut pandang atau point of view (POV) yang memperkaya informasi alur cerita film.

Momentum untuk membahas teknik perfilman efek rashomon ini terkait serial televisi drama korea The Affair Was Just the Beginning ditayangkan di platform streaming Coupang Play dan VIU yang dibintangi Kim Hye-soo dan Cho Yeo-jeong tayang sejak 31 Juli 2026. Drakor The Affair Was Just the Beginning ini memakai teknik pengulangan sudut pandang antar-episode yang mengingatkan penonton pada formula legendaris Efek Rashomon/ Rashomon Effect. Tim Redaksi Mezzala mengurai akar sejarahnya, membedah kasus-kasus paling murni di sinema dunia dan Korea, sekaligus memberikan contoh beberapa film yang menggunakan seni tingkat tinggi dalam teknik sinema film drama misteri thriller.

Baca Juga: Review Film Korea Parasite (2019): Film Asia Pertama yang Menang Film Terbaik Piala Oscar

IKLANRuang Iklan In-Artikel300×250 / responsif

Apa Itu Efek Rashomon dalam Teknik Sinema Film?

Secara sederhana, Efek Rashomon adalah teknik naratif di mana satu peristiwa yang sama diceritakan ulang lewat sudut pandang beberapa karakter berbeda, dan setiap versi saling bertentangan satu sama lain — bukan karena salah satu pihak berbohong secara sadar, melainkan karena ingatan manusia secara alami terdistorsi oleh ego, ketakutan, dan keinginan melindungi citra diri. Istilah ini kemudian diadopsi jauh melampaui dunia film: psikologi memakainya untuk menjelaskan bias memori, sementara ilmu hukum memakainya untuk menggambarkan inkonsistensi kesaksian saksi mata atas peristiwa yang sama.

Rashomon Effect Sutradara Akira Kurosawa

Istilah ini lahir dari film Rashomon (1950) garapan sutradara Jepang Akira Kurosawa. Menariknya, Kurosawa tidak mengarang struktur ini dari nol — ia mengadaptasi dua cerita pendek karya sastrawan Ryunosuke Akutagawa: judul filmnya diambil dari cerpen “Rashōmon” (untuk latar gerbang kota tua), sementara plot inti soal kesaksian yang saling bertabrakan diambil dari cerpen “In a Grove” (Di Dalam Semak Belukar, ditulis 1922).

Ceritanya berpusat pada satu kejahatan, pembunuhan seorang samurai dan penyerangan terhadap istrinya di tengah hutan yang dikisahkan ulang lewat empat kesaksian berbeda: pihak bandit yang dituduh, sang istri, arwah samurai (lewat medium), dan seorang penebang kayu yang menyaksikan semuanya dari kejauhan. Tak satu pun versi benar-benar cocok satu sama lain, dan film sengaja tidak pernah memberi jawaban pasti siapa yang jujur. Jasa terbesar sutradara Akira Kurosawa adalah menerjemahkan struktur sastra itu menjadi bahasa visual sinema lewat pergerakan kamera dan kontras cahaya matahari yang menembus dedaunan hutan, sebuah teknik pencahayaan yang sampai sekarang masih dipelajari sekolah film. Film Rashomon 1950 ini memenangkan Golden Lion di Venesia serta Academy Honorary Award (semacam cikal bakal kategori Film Berbahasa Asing Terbaik), yang membuat namanya melompat dari sekadar judul film menjadi istilah lintas disiplin ilmu.

Baca Juga: 9 Rekomendasi Serial Tv Drama Korea Terbaik 2026 Periode Januari-Juni

Teknik Sinema Film Rashomon Effect dan Contoh Filmnya

Dalam perkembangannya, ada perbedaan mendasar antara Efek Rashomon versi klasik dengan adaptasi yang lebih umum dipakai Hollywood dan Eropa:

  • Rashomon Klasik: kebenaran objektif sengaja dibuat kabur, bahkan tidak pernah terjawab. Setiap pencerita adalah unreliable narrator karena ingatannya terdistorsi oleh ego dan naluri melindungi diri.
  • Rashomon Modifikasi: teknik multi-sudut pandang dipakai untuk membangun teka-teki, tapi di babak akhir film tetap memberi satu kebenaran objektif yang jelas — mendekati struktur whodunit.
JudulTahun & NegaraPola Penerapan Efek Rashomon
Rashomon1950, JepangRashomon Original — kebenaran objektif tidak pernah terjawab
The Woman in Question1950, InggrisFilm noir yang rilis di tahun sama dengan film Rashomon; karakter korban berubah drastis (anggun/licik/kejam) tergantung siapa yang bersaksi ke polisi
The Handmaiden2016, Korea SelatanKlasik — linimasa sama diulang dari dua sudut pandang utama, membalik semua asumsi penonton
Vantage Point2008, ASModifikasi — 23 menit yang sama diputar ulang dari 8 sudut pandang berbeda untuk menyusun satu kebenaran
Gone Girl2014, ASModifikasi — dua babak yang mengisahkan dua persepsi yang berbeda terkait misteri hilangnya seorang istri
The Last Duel2021, ASModifikasi — tiga babak kesaksian, tapi babak terakhir ditegaskan sebagai kebenaran mutlak
The Affair Was Just The Beginning2026, Korea SelatanModifikasi — episode awal mengulang adegan dari sudut pandang karakter berbeda untuk membongkar detail tersembunyi

Disusun dari Wikipedia, basis data IMDb, dan liputan resmi masing-masing rilis film/drama.

Contoh Film Dengan Teknik Efek Rashomon

The Last Duel (2021) — Sutradara Ridley Scott membagi film sejarah ini menjadi tiga babak: kebenaran menurut Jean de Carrouges, menurut Jacques Le Gris, dan menurut Marguerite de Carrouges. Film ini memodifikasi pakem klasik dengan menegaskan sudut pandang sang korban perempuan, Marguerite, sebagai kebenaran yang mutlak — babak terakhirnya bahkan diberi judul kartu pembuka tanpa embel-embel “menurut versi siapa”, berbeda dari dua babak sebelumnya.

Gone Girl (2014) — Film drama misteri hilangnya seorang wanita penulis buku yang telah menikah. Film ini memodifikasi efek rashomon namun tetap menggiring penonton ke perspektif yang berbeda. Film dengan genre drama thriller psikologis ini mendapatkan 192 nominasi di berbagai kategori penghargaan film dan menang 65.

Vantage Point (2008) — Mengulang rentang waktu 23 menit dari sebuah percobaan pembunuhan presiden fiktif di Spanyol, dilihat dari 8 sudut pandang berbeda: mulai dari kru berita televisi, agen Secret Service, seorang polisi lokal, turis Amerika, hingga presiden itu sendiri. Setiap pengulangan membongkar potongan teka-teki baru sampai kronologi utuhnya tersusun di babak terakhir.

The Woman in Question (1950) — Film noir Inggris garapan Anthony Asquith yang rilis di tahun sama dengan Rashomon. Uniknya, Efek Rashomon di sini dipakai untuk mengubah kepribadian korban secara drastis — bisa tampak anggun, licik, atau kejam — tergantung siapa saksi yang menceritakannya ke polisi.

Baca Juga: Menjaga Kesehatan Usus dan Lambung

Efek Rashomon di Sinema Film Korean Movie dan Korean Drama

Industri hiburan Korea Selatan juga cukup mahir mengadopsi teknik ini untuk membangun ketegangan psikologis.

The Handmaiden Korean Movie (2016)

Jika mencari film Korea yang memakai Efek Rashomon sejati nyaris tanpa celah, jawabannya adalah mahakarya Park Chan-wook ini. Dibagi ke dalam beberapa babak, film ini mengulang linimasa peristiwa yang sama persis dari sudut pandang Sook-hee (si pelayan) di babak pertama, lalu beralih ke sudut pandang Lady Hideko di babak berikutnya. Pengulangan ini langsung membalikkan asumsi, tatapan mata, dan dialog yang tadinya dikira fakta mutlak oleh penonton.

The Affair Was Just the Beginning Kdrama (2026)

Baca Juga: Nonton Drama Korea The Affair Was Just the Beginning Kdrama (2026)

Drama black-comedy-thriller garapan sutradara Lee Chang-hee (dikenal lewat Strangers from Hell dan A Killer Paradox) ini tayang perdana di Coupang Play pada 31 Juli 2026, dibintangi Kim Hye-soo sebagai Kyung-hee, Cho Yeo-jeong sebagai Su-jeong, serta Kim Ji-hoon sebagai Jae-hong. Ceritanya berpusat pada pasangan influencer yang membangun citra keluarga bahagia, yang lalu terseret rahasia gelap bersama tetangga mereka — pasangan dokter yang sedang berperkara cerai — hingga membuat urusan perselingkuhan terasa remeh dibanding masalah sesungguhnya.

Episode pertama disajikan penuh dari sudut pandang Park Kyung-hee. Episode kedua kemudian memutar ulang sejumlah adegan dari episode pertama, kali ini dari sudut pandang dokter Ahn Su-jeong dan justru di sinilah trik khasnya terasa, adegan yang tadinya tampak wajar (misalnya makan malam bersama) terungkap bahwa peristiwa itu punya lapisan tersembunyi begitu dilihat dari POV karakter lain, lengkap dengan detail kecil adegan jatuhnya gelas dan luka di jari akibat terkena pecahan kaca yang ternyata berasal dari kejadian yang sama sekali berbeda dari yang diduga penonton di episode pertama dijelaskan di episode kedua.

Memasuki episode ketiga dari POV dua anak remaja pubertas (yang menurut kebanyakan penonton kisah ini mengandung unsur LGBT) dan episode keempat, fokus cerita bergeser ke Park Kyung-Hee dan Lim Jae-Hong yang harus menghadapi konsekuensi dari kecelakaan tabrak lari yang melibatkan putrinya sedangkan dokter Ahn Sun-Jeong menutupi kebohongan dengan motifnya sendiri yang masih belum jelas, episode 4 ini juga disusul tuntutan uang tebusan senilai Rp5,7 miliar (500 juta won Korea) dari pemeras anonim yang berniat membongkar dan mempermalukan keluarga Park Kyung-Hee dan Lim Jae-Hong. Hingga tanggal 13 Agustus 2026 serial tv drama korea berdurasi total 8 episode ini baru tayang sampai episode ke-4, sehingga apakah teknik pergantian sudut pandang Efek Rashomon ini akan terus dipakai konsisten hingga episode terakhir masih perlu ditunggu.

Baca Juga: Manfaat Makan Ikan Laut dalam Kesehatan dan Kecerdasan

Film yang Sering Salah Dikira Menggunakan Teknik Rashomon Effect

Banyak ulasan kasual di internet keliru memasukkan film misteri populer ke kategori Efek Rashomon, padahal struktur naratifnya berbeda secara mendasar.

Judul FilmKenapa Dikira Efek RashomonKenapa Faktanya Bukan Efek Rashomon
Knives Out (2019)Di awal film, keluarga Thrombey memberi kesaksian berbeda-beda saat diinterogasi detektif Benoit BlancStruktur “Efek Rashomon Terbalik” permainan sudut pandang dihentikan sejak awal babak kedua demi sudut pandang Marta yang jujur. Perbedaan cerita terjadi karena keluarga Thrombey sengaja berbohong secara sadar, bukan karena distorsi memori
Prisoners (2013)Sejumlah karakter memberi petunjuk yang membingungkan dan berubah-ubah sepanjang filmAlurnya linier kronologis, dibagi dua secara paralel (investigasi ilegal ayah korban vs investigasi resmi detektif). Kesaksian yang membingungkan murni akibat trauma karakter, bukan struktur narasi berlapis sudut pandang
The Innocent Witness (2019) KoreaPengacara miskin karena bersikap terlalu bersih dalam menegakkan keadilan, ia dihadapkan sebuah kasus pidana pembunuhan yang saksinya adalah seorang anak spektrum autis. Penonton dibuat bingung terkait kebenaran dan motif karakterNarasi Linier dengan Pengeboman Informasi Palsu atau Pengalihan Fokus. Film ini menggunakan teknik memanipulasi kredibilitas saksi dan juga perubahan emosional karakter. The Sensory Discovery/ “Ah-Ha!” Moment atau teknik penyelesaian misteri ketika karakter menyadari dan membongkar sebuah fakta secara logis.
The Client (2011) KoreaFilm misteri ruang persidangan tindak pidana ini berulang kali memutarbalikkan persepsi penonton soal bersalah atau tidak bersalahnya si terdakwaThriller (ketegangan) dalam film ini dibangun lewat adu argumen hukum dan bukti tidak langsung di ruang sidang, bukan lewat kilas balik saksi yang saling bertabrakan. Namun akhir film ini memberi jawaban objektif yang jelas
A Hard Day (2014) KoreaMenampilkan aksi warga sipil yang menjalani hari yang berat sebagai penjahat amatir menutupi kejahatan karena sebuah peristiwa sial atau naas, ia kemudian menghadapi berbagai konflik akibat kasus tabrak lariAlur maju kronologis yang dinamis; penonton tahu semua fakta sejak awal. Fokusnya adalah efek domino dari upaya menutupi mayat, bukan manipulasi ingatan saksi

Analisis Mezzala: Kenapa Rashomon Effect Adalah Seni Tingkat Tinggi Dalam Teknik Sinema Film Drama Misteri Thriller

Efek Rashomon Seni Tingkat Tinggi Dalam Teknik Sinema Film Drama Misteri Thriller yang tak lekang zaman bukan sekadar kejutan plotnya, melainkan kejujurannya soal cara manusia mengingat dan sudut pandang yang berbeda hingga motif tersembunyi di balik misteri rahasia karakter dalam film. Baik dipakai secara murni seperti karya asalnya yaitu Rashomon 1950 yang diikuti The Handmaiden 2016, maupun efek rashomon modifikasi sebagai alat pembuka misteri seperti di film Vantage Point 2008 dan Drama Korea The Affair Was Just the Beginning 2026, formula efek rashomon ini selalu menempatkan penonton pada posisi yang sama dengan juri atau detektif yang mengumpulkan versi-versi sudut pandang yang berbeda atau POV yang berbeda.
1. Kesulitan dalam Tahap Skenario (Screenplay) Mikro-Detail yang Sinkron, 2. Kesulitan dalam Tahap Syuting & Penyutradaraan (Directing) Perbedaan POV karakter dan sudut pengambilan gambar, 3. Kesulitan dalam Tahap Adegan Akting Perubahan Emosi pada Aktor (Scene), 4. Tantangan dalam Tahap Editing (Post-Production).

Perbandingan Tingkat Kesulitan

Teknik PenceritaanKarakteristik UtamaTingkat Kesulitan dan Alasannya
Objektif (Objective POV)Kamera/narator bertindak seperti dinding, hanya merekam kejadian dari luar secara netral.Standar. Tidak perlu mendalami isi kepala karakter. Fokus hanya pada aksi dan dialog yang terlihat nyata.
Voyeurisme (Voyeurism)Kamera bertindak seperti “pengintip” rahasia, sering bersembunyi di balik objek atau menggunakan sudut pandang karakter yang mengawasi orang lain.Standar sedikit menantang. Kesulitannya ada pada penataan visual dan atmosfer agar penonton merasa tegang atau bersalah karena ikut “mengintip”.
Subektif Tunggal (Subjective POV)Cerita dituturkan hanya dari satu kacamata karakter (biasanya protagonis).Standar cenderung sulit. Penulis memang hanya perlu konsisten pada apa yang diketahui, dirasakan, dan dialami oleh satu karakter utama tersebut, namun cenderung sulit untuk menyusun skenario agara plot twist masuk akal.
Efek Rashomon (Subjektif Ganda)Satu peristiwa diceritakan kembali oleh beberapa karakter dengan versi yang saling bertolak belakang.Sangat sulit. Menjaga konsistensi garis waktu, menciptakan distorsi memori yang masuk akal, dan memastikan setiap versi karakter terasa segar serta tidak repetitif.

Pertanyaan Singkat Seputar Efek Rashomon dalam Drama Korea The Affair Was Just the Beginning Kdrama 2026

Apakah Efek Rashomon sama dengan alur maju-mundur (nonlinear) biasa?
Tidak selalu. Banyak film nonlinear hanya mengubah urutan waktu tanpa mengulang peristiwa yang sama dari sudut pandang berbeda. Efek Rashomon secara spesifik mensyaratkan pengulangan satu peristiwa yang sama, diceritakan ulang oleh lebih dari satu karakter dengan versi yang saling bertentangan.

Apakah Drama Korea The Affair Was Just the Beginning Kdrama 2026 murni bergaya efek Rashomon?
Berdasarkan empat episode awal yang sudah tayang, The Affair Was Just the Beginning Kdrama 2026 ini memakai teknik efek rashomon karena pengulangan sudut pandang antar-episode untuk membongkar detail tersembunyi adegan peristiwa, pola prosedural modifikasi efek rashomon (mengarah ke satu kebenaran) bukan Efek Rashomon klasik yang sengaja membiarkan kebenaran tetap kabur. Kepastian soal keseluruhan struktur delapan episodenya baru bisa dinilai setelah serial ini tamat, karena masih banyak misteri yang tersembunyi.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Drama Korea Terbaik 2026 Juni-Juli dan 9 Rekomendasi Film Korea Terbaik 2026 Waduh Ada Yang Mengandung Unsur LGBT di rubrik Lifestyle > Film Website Mezzala Media Indonesia.

Sumber: Wikipedia — Rashomon (1950), Wikipedia — The Affair Was Just the Beginning, Soompi, Dramabeans, dan IMDb — Vantage Point.

Bagikan: WhatsApp X Facebook Telegram
✍️ Redaksi Mezzala.id
MEZZALA (mezzala.id), Media Digital Indonesia, Email: redaksi@mezzala.id
IKLANRuang Iklan Bawah970×90 / responsif
🏠Beranda 📰Terkini 🕌Cahaya Islam Premium