Kamis, 20 Agustus 2026 M· Edisi Nasional
Melihat CelahMengisi RuangMembuka Arah
Breaking
IKLANRuang Iklan Atas970×90 Leaderboard
OlahragaDepth

Menuju Final Piala Dunia 2026: Spanyol Tumbangkan Prancis, Prediksi Semifinal Inggris vs Argentina, dan Mitos Piala Dunia

Redaksi Mezzala.id - Prediksi Semifinal Piala Dunia 2026
Redaksi Mezzala.id - Prediksi Semifinal Piala Dunia 2026

Mezzala.id – Spanyol resmi melangkah ke final Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Prancis 2-0 di semifinal pertama, Selasa (14/7) waktu setempat atau Rabu (15/7) dini hari WIB, di Dallas Stadium (AT&T Stadium), Arlington. Dua gol La Roja lahir dari eksekusi penalti Mikel Oyarzabal di menit ke-22 dan gol open play gol cantik dari Pedro Porro di menit ke-58. Mezzala telah memprediksi semifinal Piala Dunia 2026 di artikel sebelumnya.

Satu tempat di partai puncak Stadion MetLife, New Jersey, 20 Juli mendatang, sudah terisi. Lawan Spanyol baru akan diketahui usai semifinal kedua, Inggris vs Argentina, Kamis 16 Juli dini hari WIB di Atlanta Stadium. Yang menarik: dari lima mitos Piala Dunia yang tengah diuji musim ini, Spanyol adalah satu-satunya semifinalis yang tidak memikul satu pun beban mitos itu — sementara Inggris dan Argentina masing-masing membawa mitosnya sendiri ke laga besok. Berikut skenario lengkapnya, disambungkan dengan 5 Mitos Kutukan Piala Dunia yang sedang diuji di Piala Dunia 2026.

Timnas Spanyol Bungkam Prancis 2-0: Spanyol Cetak Rekor 37 Laga Tak Terkalahkan

Kemenangan atas Prancis bukan kejutan tanpa alasan. Spanyol tampil dengan pertahanan disiplin yang membuat lini depan Prancis, termasuk Kylian Mbappe, praktis mati kutu sepanjang laga. Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, merangkum keberhasilan timnya selepas laga: “Hari ini kami menghadapi salah satu tim nasional terbaik di dunia, tetapi di hadapan mereka, kami menjadi tim terbaik di dunia”.

IKLANRuang Iklan In-Artikel300×250 / responsif

Kemenangan ini juga mengukuhkan rekor: rentetan tak terkalahkan Spanyol di laga internasional kini genap 37 pertandingan, terhitung sejak kekalahan terakhir mereka 1-0 dari Kolombia pada laga uji coba 22 Maret 2024 — menyamai rekor dunia milik Italia (37 laga, Oktober 2018-Oktober 2021). Satu hasil positif lagi di final (menang atau bahkan sekadar tidak kalah) akan membuat Spanyol mencatatkan rekor tak terkalahkan terpanjang sepanjang sejarah sepak bola internasional, sekaligus berpeluang mengawinkan gelar Piala Eropa 2024 dan Piala Dunia 2026 — pencapaian langka yang terakhir dilakukan generasi emas Spanyol sendiri di era 2010-2012.

Baca Juga: Redaksi Mezzala Sukses Prediksi Spanyol Melaju ke Final Piala Dunia 2026

Skenario 1: Spanyol vs Inggris di Final

Skenario ini terjadi jika Inggris membalikkan prediksi MEZZALA dan menyingkirkan Argentina di semifinal kedua, Kamis 16 Juli, di Atlanta Stadium.

Jika Spanyol menang: tidak satu pun dari lima mitos Piala Dunia yang tumbang. Inggris tetap menyandang status tim yang berkali-kali dekat tapi tak kunjung juara lagi sejak 1966 — mitos “kutukan” Inggris, yang sebetulnya cuma takhayul yang kebetulan cocok, akan terus hidup hingga genap 60 tahun. Bagi Spanyol sendiri, kemenangan ini berarti mengangkat trofi kedua dalam waktu kurang dari dua tahun setelah juara Piala Eropa 2024 — sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka saat ini (37 laga) menjadi 38 laga, rekor dunia baru yang melampaui Italia.

Jika Inggris menang: inilah yang dimaksud memecahkan rekor sekaligus memutus kutukan. Inggris akan mengangkat trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1966 — mengakhiri penantian 60 tahun dan mematahkan salah satu mitos yang paling sering diperbincangkan di sepak bola dunia. Ini juga akan menjadi gelar pertama Inggris yang diraih di luar status tuan rumah, sesuatu yang belum pernah mereka buktikan sepanjang sejarah — catatan istimewa mengingat gelar 1966 mereka diraih di kandang sendiri.

Baca Juga: XIAOMI 17: Hp Flagship Body Compact 6,3 Inci dengan Kamera LEICA Setara Rp20 Jutaan

Skenario 2: Spanyol vs Argentina di Final

Skenario ini terjadi jika Argentina memenuhi prediksi MEZZALA dan menundukkan Inggris di semifinal kedua.

Jika Spanyol menang: dua mitos sekaligus tetap bertahan. Seperti diuraikan di mitos Piala Dunia 2026, Argentina memikul beban ganda sebagai peringkat 1 FIFA resmi jelang turnamen sekaligus juara bertahan — dua status yang, sepanjang sejarah, tak pernah berujung trofi. Kekalahan Argentina di final berarti rekor “tak ada juara beruntun sejak 1962” bertahan hingga genap 64 tahun, dan “peringkat 1 FIFA tak pernah juara” tetap tak terpatahkan sejak sistem itu diperkenalkan pada 1992-1993. Skenario ini juga kemungkinan menjadi akhir karier Piala Dunia Lionel Messi tanpa gelar kedua beruntun, mengingat usianya yang sudah 39 tahun.

Jika Argentina menang: dua rekor tumbang dalam satu malam. Argentina menjadi tim pertama yang mempertahankan gelar Piala Dunia sejak Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962 — mengakhiri puasa 64 tahun — sekaligus tim pertama berstatus peringkat 1 FIFA resmi jelang turnamen yang benar-benar pulang membawa trofi, mematahkan rekor bersih lebih dari tiga dekade sejak sistem peringkat FIFA diperkenalkan pada 1992-1993. Bonus naratifnya: Messi mengakhiri karier Piala Dunia dengan dua gelar beruntun di usia 39 tahun — penutup yang nyaris sempurna secara cerita.

Baca Juga: PUBG Mobile Kolaborasi dengan NARUTO

Analisis Mezzala: Spanyol, “Wild Card” di Antara Mitos Kutukan Piala Dunia

Ada satu pola yang layak digarisbawahi: dari empat semifinalis awal, Spanyol adalah satu-satunya yang tidak membawa beban mitos apa pun ke final. Argentina membawa dua status sekaligus (peringkat 1 resmi dan juara bertahan); Inggris membawa mitos “kutukan” 1966. Spanyol tidak membawa satu pun — artinya, secara statistik, kemenangan Spanyol di final adalah satu-satunya jalan bagi kelima mitos itu untuk bertahan hidup sampai edisi berikutnya, apa pun lawan yang mereka hadapi.

Ini bukan berarti Spanyol “diuntungkan” secara sepak bola — modal mereka (rekor tak terkalahkan 37 laga, soliditas pertahanan yang baru saja meredam Mbappe, kedalaman skuad) berdiri sendiri, lepas dari urusan mitos. Tapi bagi pembaca yang mengikuti rangkaian Artikel Mezzala tentang 5 mitos Piala Dunia, final ini akan menentukan apakah 2026 dikenang sebagai edisi yang mematahkan takhayul lama sepak bola, atau edisi yang justru mengukuhkannya lagi.

Baca Juga: Ini Hitungan Biaya Motor Listrik vs Motor Bensin

Skenario Final Piala Dunia 2026

Spanyol sudah pasti tampil di final. Dua kemungkinan lawan dan konsekuensi mitosnya:

Skenario FinalJika Spanyol MenangJika Lawan Spanyol Menang
Spanyol vs InggrisSemua mitos bertahan; Inggris genap 60 tahun tanpa gelar sejak 1966; Spanyol incar rekor dunia 38 laga tak terkalahkan, dan menjadi Tim dengan Jersey bertema warna Merah yang berhasil juara piala duniaMitos “kutukan” Inggris 1966 tumbang; gelar pertama di luar status tuan rumah. Inggris juga akan menjadi Tim yang Juara dengan Pelatih kewarganegaraan lain, saat ini Timnas Inggris dilatih Thomas Tuchel asal Jerman
Spanyol vs ArgentinaMitos peringkat 1 FIFA & juara beruntun tetap bertahan (genap 64 tahun sejak 1962), sebab Rank 1 FIFA saat ini adalah Timnas Prancis.Argentina akan menjadi juara beruntun pertama sejak 1962

Geser tabel ke samping untuk melihat kolom lainnya di layar HP.

Satu tempat final sudah pasti diisi Spanyol. Semifinal kedua, Kamis 16 Juli, akan menentukan siapa lawan mereka di Stadion MetLife pada 20 Juli — dan mitos mana yang benar-benar diuji pada malam final. Artikel ini akan diperbarui lagi begitu hasil SF2 resmi diketahui.

Baca Juga: 5 Mitos Kutukan Piala Dunia yang Sedang Diuji di Piala Dunia 2026

Sumber hasil & statistik resmi: FIFA Match Centre — Prancis vs Spanyol.

Catatan redaksi: hasil, menit gol, dan kutipan Luis de la Fuente pada bagian semifinal Prancis vs Spanyol dirujuk dari FIFA Match Centre, ESPN, Kompas.tv, Kompas.id, dan Detik, diverifikasi 15 Juli 2026. Rekor 37 laga tak terkalahkan (menyamai Italia, Oktober 2018-Oktober 2021) dirujuk dari laporan Kompas.tv. Rekor juara beruntun terakhir (Brasil 1958 & 1962, genap 64 tahun hingga 2026) dan status “tak ada tim peringkat 1 FIFA yang pernah juara sejak sistem peringkat diperkenalkan 1992-1993” diverifikasi ke laporan FIFA dan Opta Analyst. Skenario final vs Inggris/Argentina tetap bersifat kondisional hingga hasil semifinal kedua (Kamis 16 Juli) diketahui secara resmi; bukan prediksi hasil pasti maupun ajakan bertaruh.

Baca Juga: Hubungan Kesehatan Usus dengan Kesehatan Kulit dan Wajah

Bagikan: WhatsApp X Facebook Telegram
✍️ Redaksi Mezzala.id
MEZZALA (mezzala.id), Media Digital Indonesia, Email: redaksi@mezzala.id
IKLANRuang Iklan Bawah970×90 / responsif
🏠Beranda 📰Terkini 🕌Cahaya Islam Premium