Kamis, 20 Agustus 2026 M· Edisi Nasional
Melihat CelahMengisi RuangMembuka Arah
Breaking
IKLANRuang Iklan Atas970×90 Leaderboard
OlahragaDepth

Piala Dunia 2026: Tim Asia Mending Main Badminton Saja?

Mezzala.id
Mezzala.id - Piala Dunia 2026, Tunisia vs Jepang

Mezzala.id –Sepakbola Asia menghabiskan empat tahun terakhir dengan sebuah label yang menempel: “tim badminton”. Istilah itu dilontarkan Justinus Lhaksana alias Coach Justin di program DPI Jebretmedia, Desember 2022, dan memantik perdebatan panjang — yang kami ulas di Bagian 1. Kini Piala Dunia 2026 sedang memberi jawaban yang tak bisa dibantah dengan kata-kata.

Per 23 Juni 2026, Jepang mengoleksi 4 poin di Grup F, dan Maroko memuncaki Grup C di atas Brasil. Pertanyaannya bukan lagi apakah sepak bola Asia bisa bersaing, melainkan apakah kerangka berpikir di balik debat empat tahun lalu memang keliru sejak awal.

Kilas Singkat: Dari Mana Debat Ini Berawal

Desember 2022, tepat setelah Jepang dan Korea Selatan tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2022, Coach Justin menegaskan posisinya: “Tim Asia itu tim badminton. Mending main badminton bisa juara, daripada main bola. Sepak bola ke depannya cuma milik Amerika sama Eropa.” Panji dan Aldi Bawazier membela, menunjuk fakta Jepang mengalahkan Jerman dan Spanyol di fase grup.

IKLANRuang Iklan In-Artikel300×250 / responsif

Rekonstruksi lengkap debat itu — termasuk argumen “persepsi ganda” soal Maroko dan klarifikasi Coach Justin — ada di Kilas Balik Coach Justin di Piala Dunia 2022: “Tim Asia Mending Main Badminton”. Tulisan ini menguji argumen tersebut dengan data terbaru.

Jepang di Grup F: Tahan Belanda, Bantai Tunisia

Ringkasan per 23 Juni 2026.

Jepang di Grup F Piala Dunia 2026Hasil / Status
Matchday 1Jepang 2–2 Belanda
Matchday 2Tunisia 0–4 Jepang (20 Juni 2026)
Posisi4 poin · peringkat 2 Grup F
Matchday 3Jepang vs Swedia (26 Juni 2026)

Jepang menahan Belanda 2-2 bukan melawan tim lemah — Belanda adalah kekuatan Eropa nyata — lalu menghancurkan Tunisia untuk hampir memastikan tempat di babak gugur sebelum laga terakhir. Pola yang sama dengan 2022 kembali terlihat: tampil tanpa rasa rendah diri, dengan permainan kolektif yang rapi.

Maroko di Grup C: Imbangi Brasil

Maroko — Grup CHasil / Status
Matchday 1Brasil 1–1 Maroko (14 Juni 2026)
Matchday 2Skotlandia 0–1 Maroko (Ismael Saibari)
Posisi4 poin bersaing dengan Brasil
Matchday 3Maroko vs Haiti (25 Juni 2026)

Maroko bukan sekadar menang — mereka memimpin grup di atas Brasil, tim yang dulu dijadikan Coach Justin sebagai contoh standar sepak bola dunia. Capaian ini memperpanjang jejak Singa Atlas sejak menembus semifinal Piala Dunia 2022.

Sepak Bola Asia: Kerangka yang Berbeda, Bukan Standar Ganda

Inti debat 2022 bukan soal siapa yang benar, melainkan dua kerangka yang mengukur hal berbeda. Aldi membaca dari hasil konkret di lapangan; Coach Justin membaca dari faktor struktural — apakah kemenangan itu bisa berulang secara konsisten. Keduanya bisa sama-sama benar.

Secara logika, argumen Coach Justin sebenarnya konsisten: baik untuk Asia maupun Maroko, ia menunjuk ekosistem Eropa sebagai variabel penentu. Yang membuat tuduhan “persepsi ganda” melekat bukan logikanya, melainkan nadanya — skeptisisme terhadap Asia terdengar merendahkan, namun penjelasan soal Maroko terdengar analitis oleh karena Maroko sangat dekat dengan Spanyol dan Portugal secara geografisnya.

Klaim yang Valid — dan Batasnya

Ada yang benar secara empiris: pemain yang merumput di liga Eropa adalah variabel kunci performa tim Asia dan Afrika. Skuad Jepang di Piala Dunia 2026 memperlihatkannya dengan gamblang — 23 dari 26 pemain bermain di klub Eropa, tersebar di sembilan negara, dan hanya tiga yang masih merumput di Liga Jepang (J-League). Argumen Coach Justin soal “ekosistem Eropa” karena itu bukan tanpa dasar. Maroko menunjukkan pola serupa namun tak seekstrem itu: 20 dari 26 pemainnya bermain di klub Eropa, sementara enam sisanya — termasuk ketiga kiper — merumput di Liga Arab Saudi, Botola Maroko, Mesir, dan Uni Emirat Arab. Basis domestik dan Teluk ternyata tetap punya tempat.

Namun klaim bahwa keberhasilan itu hanya karena tim Eropa sedang menurun mengabaikan satu hal — blueprint taktis Jepang melawan Jerman dan Spanyol adalah produk perencanaan berbulan-bulan, bukan kebetulan. Lagi pula, kemampuan menempatkan 23 pemain di klub-klub Eropa itu sendiri adalah buah sistem pembinaan, bukan keberuntungan. Keberuntungan dan kualitas bukan pilihan biner; keduanya bisa hadir bersamaan, dan itu berlaku untuk semua tim.

Yang Harus Diperhatikan Hingga Akhir Turnamen

Jika “ekosistem Eropa” adalah satu-satunya penjelas, pertanyaan yang lebih adil: mengapa tim lain yang sama-sama punya diaspora Eropa tak bisa mereplikasi hasil serupa? Jawabannya ada di sistem pembinaan, mentalitas kolektif, dan kerja terstruktur bertahun-tahun — bukan sekadar paspor pemain.

Dua pertanyaan kunci akan menentukan siapa yang “benar” setelah turnamen usai: apakah Jepang melampaui babak 16 besar bahkan menjadi kuda hitam hingga ke babak semifinal untuk pertama kalinya, dan apakah Maroko kembali ke semifinal atau lebih jauh? Dua data itu jadi argumen jauh lebih kuat daripada debat YouTube mana pun. Pantau terus di kanal Olahraga MEZZALA.

Skuad Timnas Jepang di Piala Dunia 2026

Dari 26 pemain, 23 di antaranya bermain di klub Eropa — hanya tiga yang merumput di J-League (ditandai *). Daftar dicocokkan dengan Transfermarkt per 23 Juni 2026.

Kiper: Zion Suzuki (23, Parma) · Keisuke Ōsako (26, Sanfrecce Hiroshima*) · Tomoki Hayakawa (27, Kashima Antlers*)

Bek: Yukinari Sugawara (25, Werder Bremen) · Shōgo Taniguchi (34, Sint-Truiden) · Kō Itakura (29, Ajax) · Yūto Nagatomo (39, FC Tokyo*) · Tsuyoshi Watanabe (29, Feyenoord) · Ayumu Seko (26, Le Havre) · Hiroki Itō (27, Bayern Munich) · Takehiro Tomiyasu (27, Ajax) · Junnosuke Suzuki (22, Copenhagen)

Gelandang: Ao Tanaka (27, Leeds United) · Takefusa Kubo (25, Real Sociedad) · Ritsu Dōan (28, Eintracht Frankfurt) · Keito Nakamura (25, Stade Reims) · Junya Itō (33, KRC Genk) · Daichi Kamada (29, Crystal Palace) · Kaishu Sano (25, Mainz 05)

Penyerang: Keisuke Gotō (21, Sint-Truiden) · Daizen Maeda (28, Celtic) · Yuito Suzuki (24, SC Freiburg) · Ayase Ueda (27, Feyenoord) · Shuto Machino (26, Borussia Mönchengladbach) · Kōki Ogawa (28, NEC Nijmegen) · Kento Shiogai (21, VfL Wolfsburg)

Skuad Timnas Maroko di Piala Dunia 2026

Dari 26 pemain, 20 bermain di klub Eropa; enam sisanya (ditandai *) merumput di Liga Arab Saudi, Botola Maroko, Mesir, dan Uni Emirat Arab. Daftar dicocokkan dengan Transfermarkt per 23 Juni 2026.

Kiper: Yassine Bounou (35, Al-Hilal*) · Ahmed Reda Tagnaouti (30, AS FAR Rabat*) · Munir El Kajoui (37, Renaissance de Berkane*)

Bek: Achraf Hakimi (27, Paris Saint-Germain) · Noussair Mazraoui (28, Manchester United) · Zakaria El Ouahdi (24, KRC Genk) · Anass Salah-Eddine (24, PSV Eindhoven) · Chadi Riad (23, Crystal Palace) · Issa Diop (29, Fulham) · Redouane Halhal (23, KV Mechelen) · Marwane Saadane (34, Al-Fateh*) · Youssef Belammari (27, Al Ahly*)

Gelandang: Sofyan Amrabat (29, Real Betis) · Ayyoub Bouaddi (18, LOSC Lille) · Neil El Aynaoui (24, AS Roma) · Samir El Mourabet (20, RC Strasbourg) · Azzedine Ounahi (26, Girona) · Ismael Saibari (25, PSV Eindhoven) · Bilal El Khannouss (22, VfB Stuttgart)

Penyerang: Brahim Díaz (26, Real Madrid) · Amine Sbaï (25, Angers SCO) · Chemsdine Talbi (21, Sunderland) · Gessime Yassine (20, RC Strasbourg) · Ayoube Amaimouni-Echghouyab (21, Eintracht Frankfurt) · Soufiane Rahimi (30, Al-Ain*) · Ayoub El Kaabi (32, Olympiacos)

Referensi

Bagikan: WhatsApp X Facebook Telegram
✍️ Redaksi Mezzala.id
MEZZALA (mezzala.id), Media Digital Indonesia, Email: redaksi@mezzala.id
IKLANRuang Iklan Bawah970×90 / responsif
🏠Beranda 📰Terkini 🕌Cahaya Islam Premium