Babak gugur Piala Dunia 2026 langsung menelan korban tim besar. Tim kuda hitam bersaing melaju ke Babak 16 Besar, dan secara mengejutkan tiga raksasa Timnas Jerman, Belanda, dan Jepang tumbang angkat koper dari Piala Dunia 2026. Format baru 48 tim membuat fase ini lebih panjang, tapi hukum lama tetap berlaku: di sistem gugur, statistik di atas kertas tidak menjamin apa pun.
Tiga Laga yang Mengejutkan
- Paraguay 1-1 Jerman (menang adu penalti 4-3). Gol Kai Havertz dibalas Enciso, dan Paraguay — tim dengan xG terendah di antara peserta gugur (hanya 1.37) — menyingkirkan salah satu favorit lewat pertahanan disiplin dan ketenangan dari titik putih.
- Brasil 2-1 Jepang. Jepang sempat memimpin lewat Kaishu Sano, namun Casemiro menyamakan dan Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan di masa injury time (90+5′).
- Maroko 1-1 Belanda (menang adu penalti 3-2). Belanda unggul lewat Cody Gakpo, tapi gol larut Diop memaksa adu penalti yang dimenangi Maroko — mengulang status semifinalis mereka di 2022.
Peta Kekuatan: Mesin Serang Tertajam yang Masih Bertahan di Piala Dunia 2026
Inilah ironi terbesar turnamen sejauh ini. Tim dengan xG (expected goals) tertinggi sepanjang fase grup — Jerman (7.91) — justru sudah tersingkir lewat adu penalti dari Paraguay. Berikut empat tim dengan produksi peluang terbaik yang masih bertahan:
| Tim | xG | Shots | Shots/Game* | xG/Shot | Gol | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Inggris | 7.58 | 58 | ~19.3 | 0.13 | 6 | Main 1 Juli vs DR Kongo |
| Belgia | 7.14 | 73 | ~24.3 | 0.10 | 5 | Main 1 Juli vs Senegal |
| Brasil | 6.64 | 41 | ~10.3 | 0.16 | 7 | Lolos 16 Besar |
| Prancis | 5.47 | 48 | ~16.0 | 0.11 | 10 | Jadwal vs Swedia |
Geser tabel ke samping untuk melihat kolom lainnya di layar HP.
*Shots/Game = total tembakan dibagi jumlah laga. Brasil sudah 4 laga (3 grup + 1 babak gugur); Inggris, Belgia, dan Prancis dihitung dari 3 laga grup.
Baca Juga: Tim Asia dan Tim Afrika Hanya Peserta Pelengkap di Piala Dunia?
Membaca angkanya:
- Inggris menembak paling sering (58 percobaan), tapi baru 6 gol — penyelesaian akhir masih jadi PR.
- Belgia paling “lapar” dengan 73 tembakan, namun xG/shot hanya 0.10 (terendah): banyak menembak dari posisi sulit. Boros, dan itu berbahaya di laga ketat.
- Brasil paling efisien secara kualitas peluang (0.16 xG/shot) — tidak perlu banyak menembak untuk berbahaya.
- Prancis paling klinis: 10 gol dari xG 5.47 (over-performance +4.53), penyelesaian akhir terbaik di antara empat.
Tim Unggulan: Spanyol dan Argentina Menanti Giliran
Dua kandidat juara terbesar belum memainkan laga Babak 32 Besar, tapi data fase grup mereka sudah bercerita banyak — dengan dua gaya yang bertolak belakang.
Spanyol — Dominan, Tapi Boros Peluang
Dengan rating 6.95 (tertinggi kedua di turnamen), Spanyol adalah tim paling menguasai permainan. xG 5.83 dari 55 tembakan menegaskan mereka pabrik peluang. Masalahnya: baru 4 gol tercipta (xGDiff −1.83) — penyelesaian akhir belum sepadan dengan dominasi. Jika La Roja mulai tajam, mereka menakutkan; jika tidak, laga ketat bisa jadi jebakan. Spanyol menghadapi Austria pada 2 Juli.
Argentina — Sang Juara Bertahan yang Klinis
Kebalikan Spanyol. Argentina justru paling efisien di antara para unggulan: 8 gol dari xG 5.80, dengan kualitas peluang terbaik (0.17 xG/shot) — setiap serangan nyaris selalu berbahaya. Juara bertahan ini tak perlu banyak menembak untuk menghukum lawan, modal ideal di sistem gugur. Argentina menanti Tanjung Verde pada 3 Juli.
Kuda Hitam yang Layak Tembus 4 Besar
1. Maroko — Bukan Kejutan, Tapi Ancaman Nyata
Menyebut Maroko “kuda hitam” hampir keliru — mereka semifinalis 2022, dan baru saja menyingkirkan Belanda. xG 5.77 dengan 6 gol menunjukkan tim yang seimbang antara menciptakan dan menyelesaikan peluang. Di 16 Besar mereka menghadapi tuan rumah Kanada (4 Juli) dalam duel sesama kuda hitam.
2. Dua Tuan Rumah — Kanada dan Meksiko
Keuntungan tuan rumah secara historis mendorong tim melampaui ekspektasi, dan Piala Dunia 2026 punya dua. Kanada jadi temuan paling mencolok dari data: xG 9.45 adalah yang tertinggi di seluruh turnamen (dari 70 tembakan), dan mereka membuka babak gugur dengan kemenangan 1-0 atas Afrika Selatan lewat gol larut Stephen Eustáquio. Meksiko, juara Grup A, tampil lebih pragmatis — xG 4.44 dengan 6 gol dari 35 tembakan, tim efisien yang tahu cara memanfaatkan dukungan penonton sendiri. Dua tuan rumah, dua gaya, satu modal sama: atmosfer kandang yang bisa jadi pembeda di laga ketat.
Lebih jauh soal El Tri: profil seranganya menunjukkan tim yang matang dan tidak bergantung pada keberuntungan. Dari 6 gol mereka, 5 lahir dari open play dan 1 dari serangan balik — nol gol dari bola mati maupun penalti. Artinya Meksiko mencetak gol lewat permainan terbuka yang dibangun, bukan situasi bola mati. Selisih xG mereka pun positif (+1.56), tanda penyelesaian akhir yang sedikit di atas ekspektasi peluang. Pola serangannya menyebar cukup merata (39% kiri, 30% tengah, 32% kanan), membuat lawan sulit menebak arah. Bermain di hadapan publik sendiri — sebagian di Estadio Azteca yang ikonik — Meksiko punya kombinasi kenyamanan kandang dan disiplin taktik yang bisa membawa mereka jauh, melanjutkan tradisi langganan fase gugur Piala Dunia.
3. Kolombia — Juara Grup yang Menahan Portugal
Kolombia melaju sebagai juara Grup K, lengkap dengan hasil imbang melawan Portugal — bukti mereka tak gentar melawan tim mapan. Catatan statistiknya menarik sekaligus jadi pertanyaan: xG 4.97 dari 59 tembakan (salah satu volume serangan terbesar di turnamen), tapi baru menghasilkan 4 gol. Artinya ketajaman penyelesaian akhir adalah kunci. Jika lini depan mereka panas, Kolombia — yang menanti Ghana di Babak 32 Besar (3 Juli) — punya modal melaju jauh.
4. Senegal — Kekuatan Fisik dan Kedalaman Skuad
Senegal menggabungkan xG tinggi (6.69) dengan produktivitas nyata (8 gol). Fisik dominan dan skuad berisi pemain liga top Eropa membuat mereka mampu meladeni siapa pun selama 90 menit. Catatan: mereka harus melewati Belgia lebih dulu (1 Juli) — ujian sesungguhnya.
5. Norwegia — Kualitas Peluang Terbaik di Turnamen
Inilah kuda hitam paling menarik secara data. xG Norwegia 7.31 adalah tertinggi kedua di turnamen, tapi yang lebih mencolok adalah kualitas peluangnya: 0.21 xG per tembakan, terbaik se-turnamen. Artinya mereka jarang menembak asal-asalan — hampir selalu dari posisi emas, buah dari ketajaman Erling Haaland di kotak penalti. Jika efisiensi ini bertahan, Norwegia bisa menyusahkan tim mana pun. Mereka menghadapi Pantai Gading di Babak 32 Besar.
Bagan Babak 16 Besar Sejauh Ini
- Kanada vs Maroko (4 Juli) — kedua tim sudah pasti lolos
- Paraguay vs pemenang Prancis–Swedia
- Brasil vs pemenang Pantai Gading–Norwegia
- Pemenang Meksiko–Ekuador vs pemenang Inggris–DR Kongo
- Sisa bagan menyusul dari laga Belgia–Senegal, Spanyol–Austria, Portugal–Kroasia, dan AS–Bosnia
Baca Juga: Rekomendasi 15 Mobil Listrik Terbaik
