Kamis, 20 Agustus 2026 M· Edisi Nasional
Melihat CelahMengisi RuangMembuka Arah
Breaking
IKLANRuang Iklan Atas970×90 Leaderboard
LifestyleKilat

Tren Abaya 2026 ke Panggung Fashion di Paris

Redaksi Mezzala.id - Tren Abaya 2026

Mezzala.id – Tren Abaya 2026 tidak lagi bisa dibaca dari satu sudut. Jubah panjang khas Teluk ini kini bergerak di panggung global dari butik mewah Dubai dan Riyadh sampai runway Paris, seiring modest fashion tumbuh menjadi industri bernilai ratusan miliar dolar. Yang dulu identik dengan hitam polos, kini menjelma bahasa mode dengan tekstur, siluet, dan palet warna yang jauh lebih kaya.

Tren Abaya 2026 Naik dari Negara Teluk ke Panggung Fashion di Paris

Sinyal paling jelas datang dari Paris. Modest Fashion Week edisi ke-11 yang digelar Think Fashion berlangsung di Hôtel Le Marois, Paris, pada 16–18 April 2026, untuk pertama kalinya di kota mode itu. Acara ini mempertemukan desainer dari lebih dari 50 negara lewat sekitar 30 peragaan dan delapan diskusi panel, dengan abaya dan busana warisan Arab sebagai salah satu sorotan utama. (Sumber: Arab News & Gulf News, April 2026.)

“Venue Paris mencerminkan upaya mengangkat modest fashion ke panggung global,” ujar CEO Modest Fashion Weeks by Think Fashion, Ozlem Sahin, menegaskan misi membangun ekosistem yang inklusif sekaligus kuat secara komersial. Deretan rumah mode Teluk seperti Hindami (Qatar) dan Roqaia Fashion House (Kuwait) tampil berdampingan dengan desainer Eropa dan Indonesia diwakili Nada Puspita.

IKLANRuang Iklan In-Artikel300×250 / responsif

Timur Tengah: Era “Quiet Luxury” Abaya

Di kawasan Teluk, arah 2026 adalah minimal luxury: garis bersih, bahan lembut, dan jahitan premium. Hitam tetap abadi, tetapi koleksi kini merangkul palet pastel dan netral halus lavender, powder pink, mint, hingga taupe. Tekstur permukaan sedang naik: tenun jacquard bermotif geometris, bordir yang ditempatkan strategis (bukan berlebihan), dan lengan yang sengaja dibuat lebih lebar dan dramatis.

Baca Juga: Kemenag RI Targetkan Rekor MURI Gerakan Indonesia Berkiblat

Salah satu siluet yang paling dibicarakan adalah abaya berpotongan kimono dengan lengan batwing yang mengalir — perpaduan estetika Jepang dan Arab. Nama besar pun masuk: perancang couture Elie Saab memperluas keahliannya ke lini modest dengan sifon premium dan siluet dramatis, berdampingan dengan label Teluk seperti DAS Collection, Hessa Falasi, dan Mauzan. Secara industri, belanja modest fashion global dilaporkan mencapai sekitar USD 254 miliar pada 2023 dan diproyeksikan terus tumbuh. (Sumber: Vogue Arabia dan pelaku mode Teluk, 2026.)

Eropa: Modest Fashion Melewati Fase Niche

Di Eropa, minat pada busana sopan tumbuh cepat, dengan London, Paris, dan Berlin sebagai motor. Label seperti Bayt El Hayat di London memadukan modest wear dengan tren kontemporer. Di runway, arahnya lebih arsitektural: potongan lurus panjang, detail halus di manset atau kelim, bordir senada (tonal), serta abaya open-front yang dikenakan layaknya mantel ringan. Nuansa tonal dressing putih, ivory, krem, menjadi pilihan tampil rapi tanpa banyak usaha. Sebelum Paris, Istanbul juga telah menggelar Modest Fashion Week perdananya dengan puluhan desainer lokal dan internasional. (Sumber: Modest Fashion Weeks; Gulf News, 2026.)

Bahan dan Keberlanjutan Jadi Sorotan

Untuk iklim hangat, bahan ringan yang tidak menerawang tetap primadona. Namun pergeseran paling bermakna justru soal keberlanjutan: campuran linen, TENCEL™, dan serat daur ulang mulai masuk koleksi arus utama, menjawab konsumen terutama di kawasan negara teluk yang kini berbelanja dengan lebih sadar dan penuh pertimbangan. (Sumber: pelaku mode UAE, 2026.)

Baca Juga: Mengenal 14 Negara Muslim Peserta Piala Dunia 2026

Catatan Mezzala: Di Mana Posisi Indonesia?

Kehadiran desainer Indonesia di Paris menandai satu hal: pasar modest fashion terbesar dunia ini bukan sekadar konsumen, tetapi juga bisa menjadi produsen tren. Membaca tren abaya 2026 dari perspektif global memberi perancang lokal peluang untuk tidak sekadar mengekor, melainkan menawarkan tafsir sendiri atas abaya santun, nyaman, dan berkarakter. Prinsip pemilihannya pun sejalan dengan panduan memilih gamis yang nyaman dan syar’i: utamakan bahan adem dan potongan yang tidak menerawang. Bagi pembeli, pesannya tetap sederhana: pilih yang nyaman, lalu biarkan padu padan yang bicara, bukan sekadar apa yang sedang viral.

Bagikan: WhatsApp X Facebook Telegram
✍️ Redaksi Mezzala.id
MEZZALA (mezzala.id), Media Digital Indonesia, Email: redaksi@mezzala.id
IKLANRuang Iklan Bawah970×90 / responsif
🏠Beranda 📰Terkini 🕌Cahaya Islam Premium