Rekor baru tercipta di panggung sepak bola dunia. Sebanyak 14 negara Muslim peserta Piala Dunia FIFA 2026 — jumlah terbanyak sepanjang sejarah turnamen. Angka itu lebih dari dua kali lipat dibanding Piala Dunia 2022 di Qatar yang diikuti enam negara Muslim. Edisi kali ini digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, berlangsung 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dengan format baru 48 tim.
Dengan 48 peserta, negara Muslim kini mengisi hampir 30 persen kursi turnamen. Bagi dunia Islam, ini bukan sekadar angka statistik — melainkan momen keterlihatan (visibility) di ajang olahraga yang paling banyak ditonton umat manusia.
14 Negara Muslim Peserta Piala Dunia 2026 dan Kota Ikoniknya
Menariknya, keterwakilan ini juga membentang peta perjalanan yang kaya. Tabel berikut memuat 14 negara muslim peserta piala dunia 2026 beserta tiga kota ikonik masing-masing — dipilih karena punya jejak sejarah dunia, daya tarik wisata, dan kekayaan kuliner. Dari Jalur Sutra hingga tepi Mediterania, panggung Piala Dunia sekaligus menjadi undangan menjelajah dunia Islam.
| No | Negara | Konfederasi | 3 Kota Ikonik |
|---|---|---|---|
| 1 | Maroko | CAF (Afrika) | Marrakech · Fez · Casablanca |
| 2 | Senegal | CAF (Afrika) | Dakar · Saint-Louis · Touba |
| 3 | Mesir | CAF (Afrika) | Kairo · Luxor · Aleksandria |
| 4 | Aljazair | CAF (Afrika) | Aljir · Oran · Constantine |
| 5 | Tunisia | CAF (Afrika) | Tunis · Kairouan · Sidi Bou Said |
| 6 | Pantai Gading | CAF (Afrika) | Abidjan · Yamoussoukro · Grand-Bassam |
| 7 | Arab Saudi | AFC (Asia) | Makkah · Madinah · Jeddah |
| 8 | Iran | AFC (Asia) | Isfahan · Shiraz · Teheran |
| 9 | Qatar | AFC (Asia) | Doha · Al Wakrah · Al Zubarah |
| 10 | Yordania | AFC (Asia) | Amman · Petra · Aqaba |
| 11 | Uzbekistan | AFC (Asia) | Samarkand · Bukhara · Tashkent |
| 12 | Irak | AFC (Asia) | Baghdad · Karbala · Basra |
| 13 | Türki | UEFA (Eropa) | Istanbul · Konya · Antalya |
| 14 | Bosnia-Herzegovina | UEFA (Eropa) | Sarajevo · Mostar · Banja Luka |
Catatan: Label “mayoritas Muslim” dipakai dalam arti luas, di Pantai Gading, Islam adalah agama dengan pemeluk terbanyak (sekitar 43 persen, sedikit di atas Kristen), bukan mayoritas mutlak; begitu pula Bosnia-Herzegovina yang penduduk Muslimnya sekitar separuh.
Mengapa Jumlah Negara Islam Yang Ikut Piala Dunia 2026 Meningkat dari Piala Dunia 2022?
Kuncinya ada pada perluasan format. FIFA menambah peserta dari 32 menjadi 48 tim untuk pertama kalinya, sehingga jatah konfederasi Asia (AFC) dan Afrika (CAF) bertambah signifikan. Dua kawasan itulah rumah bagi mayoritas umat Islam dunia, dan dari sanalah lonjakan keterwakilan negara Muslim berasal.
Efeknya terasa nyata. Yordania dan Uzbekistan menembus Piala Dunia untuk pertama kali dalam sejarah mereka, sementara Qatar tampil lewat jalur kualifikasi setelah pada 2022 lolos otomatis sebagai tuan rumah.
Baca Juga: Demam Matcha di Indonesia, Tren Sehat atau FOMO?
Ketika Iman Terlihat di Panggung Piala Dunia
Kehadiran belasan negara Muslim membawa lebih dari sekadar warna bendera. Pada Piala Dunia 2022, Maroko menjadi tim Arab sekaligus Afrika pertama yang menembus semifinal. Momen para pemain Maroko bersujud syukur di lapangan dan mengangkat doa bersama keluarga tersiar ke seluruh dunia — menampilkan wajah Islam yang tenang, penuh syukur, dan bersahaja.
Bagi jutaan Muslim, panggung seperti ini menjadi ruang syiar yang halus: bukan lewat ceramah, melainkan lewat akhlak, sikap sportif, dan kegigihan di lapangan. Nilai ukhuwah pun tampak saat suporter lintas negara — dari Afrika Utara hingga Asia Tengah — saling mendukung sesama tim Muslim yang bertanding.
Mengenal Kota-Kota Wisata Negara Muslim Peserta Piala Dunia 2026
Piala Dunia selalu punya efek berganda: sepak bola menyeret perhatian ke sejarah, arsitektur, dan kuliner negara-negara peserta. Di balik nama-nama tim yang berlaga, tersimpan kota-kota tua yang menjadi saksi peradaban, sekaligus alasan kuat untuk singgah, baik saat turnamen berlangsung maupun setelahnya.
Baca Juga: Tren Abaya 2026 Fashion Negara Teluk Hingga Ke Paris
Jejak Sejarah yang Membentuk Dunia
Samarkand dan Bukhara di Uzbekistan adalah dua simpul utama Jalur Sutra. Registan di Samarkand, dengan tiga madrasah berhias mozaik biru, kerap disebut salah satu alun-alun terindah di dunia. Di Maroko, kota Fez menyimpan Al-Qarawiyyin yang berdiri sejak tahun 859 diakui Guinness World Records sebagai perguruan tinggi tertua yang masih beroperasi hingga kini. Sementara di Mesir, Piramida Giza di dekat Kairo tetap berdiri sebagai satu-satunya bangunan yang tersisa dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno.
Eropa pun menyumbang cerita. Sarajevo, ibu kota Bosnia, dijuluki “Yerusalem Eropa” karena masjid, gereja, dan sinagoge berdiri berdampingan di satu kawasan; kota ini juga menjadi tempat peristiwa 1914 yang memicu Perang Dunia I. Tak jauh dari sana, Jembatan Tua (Stari Most) di Mostar — warisan Utsmaniyah abad ke-16 yang dipugar setelah rusak akibat perang 1990-an — kini berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO.
Baca Juga: Teknologi Pendingin Suhu Smartphone Menjaga Performa Stabil
Destinasi yang Layak Masuk Daftar
Bagi pencari pengalaman ikonik, Petra di Yordania — kota batu berwarna mawar peninggalan bangsa Nabatea dan salah satu dari New 7 Wonders of the World — sulit ditandingi. Isfahan di Iran yang dijuluki “separuh dunia” memukau lewat Alun-Alun Naqsh-e Jahan, sementara Istanbul menawarkan sensasi berdiri di dua benua sekaligus, lengkap dengan Hagia Sophia dan Grand Bazaar. Di kawasan Teluk, Doha memadukan modern dan klasik: Museum of Islamic Art rancangan arsitek I.M. Pei berdampingan dengan keramaian Souq Waqif.
Wisata Kuliner: Satu Meja, Banyak Bangsa
Perjalanan tak lengkap tanpa kuliner. Kawasan Maghreb/Maroko menyuguhkan tagine dan couscous; Mesir punya koshari yang mengenyangkan; Senegal membanggakan thieboudienne, hidangan nasi-ikan khas Afrika Barat. Bergerak ke timur, ada plov Uzbekistan, kabsa Arab Saudi, chelo kebab Iran, mansaf Yordania, hingga masgouf — ikan bakar tepi sungai yang menjadi hidangan kebanggaan Baghdad. Türkiye menutup meja dengan kebab dan baklava, sementara Bosnia menawarkan ćevapi dan burek yang gurih.
Bagi pembaca yang gemar merencanakan perjalanan, daftar kota di atas bisa jadi titik awal menyusun rute: memadukan laga sepak bola dengan wisata sejarah dan wisata rasa dalam satu perjalanan.
Baca Juga: Waspada Penyakit DBD, Ini Cara Pencegahannya
Catatan Mezzala: Syiar Islam di Sepak Bola
Rekor 14 negara muslim yang ikut Piala Dunia 2026 ini layak disyukuri, tetapi jumlah bukanlah tujuan akhir. Keterwakilan yang besar hanya bermakna bila diikuti prestasi dan sikap yang menjaga nama baik. Torehan Maroko pada Piala Dunia 2022 membuktikan bahwa tim dari dunia Islam mampu bersaing di level tertinggi, bukan sekadar pelengkap.
Ke depan, tantangannya adalah konsistensi: membangun kompetisi domestik yang sehat, pembinaan usia dini, dan tata kelola federasi yang bersih. Di sinilah sepak bola bisa menjadi cermin — sejauh mana dunia Islam mampu mengubah potensi besar menjadi capaian yang nyata dan bermartabat.
Untuk hasil pertandingan dan klasemen terbaru, pembaca dapat memantau langsung laman resmi FIFA. Simak juga liputan lain di kanal Olahraga dan Lifestyle di MEZZALA.
Baca Juga: Tim Asia Tidak Layak Main Sepak Bola?
