Redaksi MEZZALA.id – pada sepekan lalu menjelang babak 16 besar telah memetakan kekuatan turnamen ini lengkap dengan daftar kuda hitam yang berpotensi tampil di babak semifinal Piala Dunia 2026. Kini saat Piala Dunia 2026 memasuki babak 8 besar, peta itu bisa kita uji dengan hasil nyata di lapangan bukan lagi prediksi. Dan hasilnya menegaskan artikel kami: para unggulan sebagian besar selamat, tapi kuda hitam yang kami soroti justru menolak pulang.
Rabu, 8 Juli 2026, kedelapan tiket perempat final sudah terisi penuh. Dua laga pamungkas babak 16 besar yang dimainkan Selasa (7/7) malam WIB — menuntaskan daftar peserta lewat cara paling dramatis: Argentina bangkit dari ketinggalan 0-2 untuk menekuk Mesir 3-2, sementara Swiss menyingkirkan Kolombia lewat adu penalti. Inilah potret terbaru siapa yang tergolong tim terkuat, siapa kuda hitam yang bertahan, dan bagaimana bagan menuju semifinal terbentuk.
8 Tim yang Lolos ke Babak 8 Besar Piala Dunia 2026
Berikut kedelapan tim yang mengunci tempat di perempat final, beserta cara mereka lolos di babak 16 besar:
| Tim | Cara Lolos (Hasil 16 Besar) | Kategori |
|---|---|---|
| Prancis | Menang 1-0 atas Paraguay | Unggulan |
| Spanyol | Menang 1-0 atas Portugal (gol Merino menit 90+1) | Unggulan |
| Inggris | Menang 3-2 atas Meksiko (bertahan dengan 10 pemain) | Unggulan |
| Belgia | Menang 4-1 atas Amerika Serikat | Unggulan |
| Argentina | Menang 3-2 atas Mesir (comeback dari 0-2) | Unggulan |
| Maroko | Menang 3-0 atas Kanada | Kuda hitam |
| Norwegia | Menang 2-1 atas Brasil | Kuda hitam |
| Swiss | Imbang 0-0 atas Kolombia, menang adu penalti 4-3 | Kuda hitam |
Geser tabel ke samping untuk melihat kolom lainnya di layar HP. Lima tim masuk kategori unggulan; tiga sisanya — Maroko, Norwegia, dan Swiss — tampil sebagai kuda hitam.
Peta Tim Terkuat: Prancis Tetap di Puncak
Di kelompok unggulan, Prancis masih menjadi tolok ukur. Les Bleus adalah tim dengan gol terbanyak dan rating performa tertinggi sepanjang turnamen versi WhoScored, dan mereka melaju usai menekuk Paraguay 1-0. Kylian Mbappé sempat berbagi puncak perburuan Sepatu Emas dengan 7 gol bersama Lionel Messi dan Erling Haaland — sampai Messi menambah koleksinya di laga melawan Mesir dan kini memimpin sendirian.
Spanyol tampil sebagai raksasa penguasaan bola: mereka mengontrol laga melawan Portugal, namun baru memecah kebuntuan lewat gol Mikel Merino di masa injury time (menit 90+1) untuk menang 1-0. Kemenangan itu sekaligus menutup kemungkinan perjalanan terakhir Cristiano Ronaldo di panggung Piala Dunia. Ini menegaskan pola yang sudah kami bahas: di turnamen ini, dominasi penguasaan bola tak otomatis berbuah banyak gol — yang menentukan adalah siapa yang paling dingin di depan gawang.
Inggris lolos dengan cara paling dramatis. Di Stadion Azteca, Meksiko, mereka sempat unggul 2-0 lewat sepasang gol Jude Bellingham, lalu harus bertahan lebih dari 40 menit dengan sepuluh pemain setelah Jarell Quansah dikartu merah. Penalti Harry Kane akhirnya memastikan kemenangan 3-2. Sementara Belgia, yang di fase grup kerap boros peluang, tampil paling meyakinkan pekan ini: mereka melumat tuan rumah Amerika Serikat 4-1, dengan Charles De Ketelaere mencetak dua gol.
Yang paling dramatis datang dari sang juara bertahan, Argentina. Sempat tertinggal 0-2 dari Mesir — gol Yasser Ibrahim (menit 15) dan Mostafa Zico (67), ditambah penalti Lionel Messi yang gagal — La Albiceleste bangkit dalam 11 menit terakhir lewat gol Cristian Romero (79), Messi (83), dan Enzo Fernández (90+2) untuk menang 3-2. Gol Messi itu adalah golnya yang ke-21 sepanjang sejarah Piala Dunia, memperpanjang rekornya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di ajang ini.
Baca Juga: Norwegia Paling Efisien Memanfaatkan Peluang Untuk Mencetak Gol di Piala Dunia 2026
Kuda Hitam Jagoan Mezzala.id: Norwegia dan Maroko Lanjut, Namun Kolombia Pulang
Inilah bagian yang paling membenarkan artikel Mezzala.id sebelumnya. Norwegia — tim yang kami sebut sebagai potret efisiensi paling baik mencetak gol di turnamen ini — menyingkirkan Brasil 2-1 lewat brace Erling Haaland, dan untuk pertama kali dalam sejarah menembus perempat final Piala Dunia. Mereka menembak paling sedikit di antara tim papan atas, tapi mencetak gol nyaris terbanyak. Kini kuda hitam Skandinavia itu akan menghadapi Inggris.
Maroko membawa jenis kuda hitam yang berbeda: bukan pendatang baru, melainkan penantang berpengalaman. Semifinalis mengejutkan pada 2022 itu tampil klinis dengan membekuk Kanada 3-0, dan kini menjadi satu-satunya wakil Afrika sekaligus dunia Arab yang sudah pasti melangkah ke 8 besar. Ironisnya di perempat final mereka justru dijodohkan ulang dengan Prancis — pengulangan semifinal Qatar 2022 yang dulu dikalahkan 0-2.
Kuda hitam Kolombia nyaris lolos ke babak 8 besar Piala Dunia 2026, namun upaya Swiss menahan Kolombia tanpa gol selama 120 menit, lalu menang adu penalti 4-3, sehingga membuat salah satu tim kuda hitam kami harus rela pulang — Davinson Sánchez membentur mistar dan Cucho Hernández gagal, sebelum Rubén Vargas memastikan kemenangan. Ini membawa Swiss ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kali sejak 1954, dan menjadikan mereka lawan Argentina di babak 8 besar.
Pelajaran dari tim-tim ini konsisten dengan apa yang Mezzala.id tulis sejak babak 32 besar: untuk menjatuhkan raksasa, sebuah tim tak perlu mendominasi penguasaan bola — namun harus cukup tajam di momen yang tepat, sebagaimana taktik dan gameplan sistem gugur turnamen.
Baca Juga: Kiper Norwegia dan Haaland Menyingkirkan Brasil di Piala Dunia 2026
2 Laga Penentu: Drama sampai Menit Akhir
Dua tiket terakhir ini tak diraih dengan mudah. Mesir nyaris membuat kejutan terbesar turnamen: unggul 2-0 atas Argentina dan tinggal 11 menit dari menjadi negara Afrika kelima yang menembus perempat final Piala Dunia — menyusul Kamerun (1990), Senegal (2002), Ghana (2010), dan Maroko (2022 & 2026) — sebelum comeback Messi dkk memupus mimpi Mohamed Salah. Kolombia pun membawa Swiss hingga adu penalti sebelum akhirnya tersingkir. Keduanya pulang dengan kepala tegak, tapi papan skor tak mengenal belas kasihan.
Jadwal Lengkap Babak 8 Besar: Link Live Streaming Piala Dunia 2026
Bagan perempat final sudah terkunci sejak awal turnamen. Berikut jadwal lengkapnya dan Kanal Live Streaming nya:
| Tanggal (Waktu AS) | Laga | Kota | Stasiun Televisi |
|---|---|---|---|
| Kamis, 9 Juli | Prancis vs Maroko | Boston | Terjadwal TVRI |
| Jumat, 10 Juli | Spanyol vs Belgia | Los Angeles | Terjadwal TVRI |
| Sabtu, 11 Juli | Norwegia vs Inggris | Miami | Terjadwal TVRI |
| Sabtu, 11 Juli | Argentina vs Swiss | Kansas City | Terjadwal TVRI |
Waktu Indonesia Barat (WIB) kira-kira 11 jam lebih awal dari zona waktu timur AS, sehingga bagi penonton di tanah air laga-laga ini umumnya berlangsung dini hari. Semifinal dijadwalkan 14–15 Juli, dan final pada 19 Juli 2026 di MetLife Stadium, New Jersey.
Berdasarkan struktur bagan yang ditetapkan FIFA, pemenang Prancis–Maroko dan Spanyol–Belgia berada di satu sisi bagan, sementara pemenang Norwegia–Inggris dan laga Kansas City ada di sisi lain. Artinya, dua raksasa seperti Prancis dan Spanyol baru berpeluang bertemu di semifinal — bukan final.
Baca Juga: Indonesia Ekspor Ceker Ayam ke China: Targetkan Milyaran Rupiah
Mitos Piala Dunia yang Ikut Dipertaruhkan
Babak 8 besar ini juga menjadi ujian bagi sejumlah mitos Piala Dunia yang sudah pernah kami bedah. Dua di antaranya paling relevan. Pertama, mitos bahwa tim peringkat 1 dunia FIFA tak pernah juara: Argentina (peringkat 1 resmi) dan Prancis (peringkat 1 versi hitungan berjalan) sama-sama masih hidup, sehingga rekor tiga dekade itu berpeluang runtuh — atau justru kembali terbukti. Kedua, “kutukan” Inggris yang disebut tak akan juara lagi sejak 1966: alih-alih layu, mereka justru melaju dan kini ditantang kuda hitam Norwegia.
Yang juga menarik, Argentina adalah sang juara bertahan — status yang secara historis kerap menjadi beban di babak gugur. Mereka nyaris tersandung Mesir sebelum lolos lewat comeback dramatis, dan kini pertanyaannya menjadi klasik: mampukah juara bertahan mengulang gelar, atau akankah turnamen ini menambah daftar raksasa yang tumbang lebih dini?
Yang Layak Dinanti di Babak 8 Besar Piala Dunia 2026
Peta 8 besar Piala Dunia 2026 menyuguhkan campuran ideal: kekuatan mapan yang lolos ujian (Prancis, Spanyol, Inggris, Belgia, Argentina), dan kuda hitam yang menolak diremehkan (Norwegia, Maroko, Swiss). Pertanyaan besarnya kini bergeser: bisakah efisiensi ala Norwegia bertahan melawan lawan yang lebih tangguh, dan sanggupkah Maroko sekali lagi menjegal Prancis?
Satu hal sudah pasti dari turnamen ini sejauh ini: label “tim terkuat” tak menjamin apa pun begitu peluit babak gugur ditiup — tanya saja Argentina, yang baru saja 11 menit dari tersingkir. MEZZALA akan mengawal setiap partai perempat final, mulai dari Prancis vs Maroko pada 9 Juli.
Baca Juga: Perbedaan Kisah Nabi Nuh dalam Islam, Kristen dan Yahudi
