Kamis, 20 Agustus 2026 M· Edisi Nasional
Melihat CelahMengisi RuangMembuka Arah
Breaking
IKLANRuang Iklan Atas970×90 Leaderboard
BadmintonDepth

Juli 2026, Bulan Sibuk Bulu Tangkis Dunia: 3 Turnamen BWF dan Wajah Baru Skuad Indonesia

Redaksi Mezzala.id – Juli 2026 adalah bulan sibuk Bulu Tangkis Dunia: Tiga Turnamen BWF dan Wajah Baru Skuad Indonesia. Memasuki pertengahan musim, jadwal badminton Juli 2026 menghadirkan salah satu rangkaian paling padat di kalender BWF World Tour: tiga turnamen besar digelar nyaris tanpa jeda, semuanya di Asia Timur. Dari Tokyo, Changzhou, hingga Taipei, para pemain terbaik dunia beradu poin peringkat sekaligus reputasi dan Indonesia menurunkan kombinasi atlet utama serta pemain muda yang tengah dimatangkan.

Bulan ini juga menandai kembalinya sirkuit ke Asia setelah rangkaian di Amerika Utara (US Open dan Canada Open). Namun cerita paling menarik justru datang dari dalam kubu Indonesia sendiri: PBSI merombak sejumlah komposisi pasangan, termasuk keputusan mengejutkan memindahkan peraih emas Olimpiade Tokyo 2020, Apriyani Rahayu, dari ganda putri ke ganda campuran. Berikut peta lengkap jadwal badminton Juli 2026 dan apa yang perlu diketahui.

Jadwal Badminton Juli 2026: Tiga Turnamen BWF World Tour di Asia

Ketiga turnamen ini berbeda level dan bobot poin. Japan Open masuk kategori Super 750, China Open adalah salah satu dari sedikit ajang Super 1000 (level tertinggi tur), sementara Taipei Open berstatus Super 300. Berikut ringkasannya:

IKLANRuang Iklan In-Artikel300×250 / responsif
Turnamen Level Tanggal (2026) Tuan Rumah
DAIHATSU Japan OpenSuper 75014–19 JuliTokyo Metropolitan Gymnasium, Jepang
VICTOR China OpenSuper 100021–26 JuliChangzhou Olympic Sports Centre, China
YONEX Taipei OpenSuper 30028 Juli–2 AgustusTaipei Arena, Taiwan

Geser tabel ke samping untuk melihat seluruh kolom di layar HP.
Total hadiah Japan Open sekitar USD 950.000, sedangkan China Open menembus USD 2.000.000 — salah satu yang terbesar sepanjang musim. Jadwal mengacu pada kalender resmi Badminton World Federation (BWF).

Japan Open 2026: Kembali ke Asia dengan 12 Wakil Indonesia

Digelar di Tokyo Metropolitan Gymnasium pada 14–19 Juli, Japan Open menjadi pembuka rangkaian Asia dalam jadwal badminton Juli 2026. Sebagai ajang Super 750, turnamen ini nyaris selalu dihuni pemain elite dunia, sehingga persaingannya cenderung merata sejak babak awal. Indonesia menurunkan 12 wakil yang tersebar di seluruh sektor, dengan lima di antaranya masuk daftar unggulan: Jonatan Christie, Putri Kusuma Wardani, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.

Sektor Wakil Indonesia di Japan Open 2026
Tunggal PutraJonatan Christie, Alwi Farhan, Mohammad Zaki Ubaidillah
Tunggal PutriPutri Kusuma Wardani
Ganda PutraFajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin
Ganda PutriRachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti
Ganda CampuranJafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah

Komposisi: tiga tunggal putra, satu tunggal putri, tiga ganda putra, tiga ganda putri, dan dua ganda campuran. Daftar dapat berubah bila ada pengunduran diri (walk out) sebelum turnamen dimulai.

Beban terbesar tetap ada di pundak Jonatan Christie. Di depan publik sendiri pada Indonesia Open 2026, Jojo sempat melaju hingga final sebelum takluk — bukti bahwa konsistensi menembus partai puncak masih jadi pekerjaan rumah. Japan Open memberinya panggung untuk membuktikan diri sekaligus memburu gelar Super 750, level yang belum pernah ia menangi musim ini.

China Open 2026: Panggung Super 1000 Paling Bergengsi

Sepekan setelah Tokyo, sirkuit berpindah ke Changzhou untuk China Open pada 21–26 Juli. Berstatus Super 1000 — kasta tertinggi BWF World Tour bersama All England, Indonesia Open, dan Malaysia Open — ajang ini menawarkan poin peringkat paling gemuk sehingga hampir pasti diikuti seluruh pemain papan atas dunia.

Indonesia kembali menurunkan sekitar 12 wakil dengan komposisi mirip Japan Open. Bedanya di sektor tunggal putra: hanya Jonatan Christie dan Alwi Farhan yang lolos otomatis, sementara Mohammad Zaki Ubaidillah menempati urutan teratas daftar tunggu — posisi yang membuka peluang tambahan wakil bila ada peserta lain mengundurkan diri. Ketatnya kualifikasi di ajang Super 1000 memang menjadikan setiap tiket main draw berharga mahal.

Baca Juga: Kisah Nabi Nuh: Perbedaan Narasi dalam Agama Islam, Kristetn, dan Yahudi

Taipei Open 2026 dan Debut Duet Baru Apriyani–Dejan

Rangkaian ditutup YONEX Taipei Open pada 28 Juli–2 Agustus di Taipei Arena. Berstatus Super 300, turnamen ini lazimnya menjadi ajang pelapis dan rotasi — kesempatan bagi pemain muda mengumpulkan jam terbang dan poin peringkat tambahan. Justru di sinilah salah satu babak baru bulu tangkis Indonesia akan diuji.

Pada 25 Juni 2026, PBSI mengumumkan bahwa Apriyani Rahayu resmi pindah dari ganda putri ke ganda campuran dan dipasangkan dengan Dejan Ferdinansyah. Menurut pelatih ganda campuran Rionny Mainaky, ide itu justru berawal dari sang pemain. “Awalnya memang ada permintaan dari Dejan untuk mau berpasangan dengan Apri di ganda campuran dan Apri pun bersedia untuk pindah sektor,” ujar Rionny sebagaimana dikutip ANTARA dan Kompas.com.

Rionny menegaskan langkah ini bukan sekadar coba-coba. “Pasangan ini bukan coba-coba karena memang Dejan juga bukan kelas yang sembarangan,” katanya. Ia optimistis proses adaptasi bisa cepat: “Dengan waktu persiapan yang cukup, saya rasa adaptasi dan pembiasaan bermain di ganda campuran bisa berjalan cepat.” Duet Apriyani/Dejan dijadwalkan menjalani debut resmi di Taipei Open ini.

Perombakan tak berhenti di situ. Bernadine Anindya Wardana, mantan pasangan Dejan, kini digandengkan dengan Verrell Yustin Mulia dan juga dijadwalkan debut di Taipei Open. Efek domino ini memperlihatkan bahwa PBSI sedang menata ulang sektor ganda secara menyeluruh menjelang paruh kedua musim.

Baca Juga: Mengenal Sekilas 14 Negara Muslim Peserta Piala Dunia 2026

Wajah Baru Skuad Indonesia: Dari Fajar/Fikri hingga Regenerasi Ganda

Perpindahan Apriyani bukan satu-satunya perubahan besar. Di sektor ganda putra, era “FajRi” — Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang bertahan lebih dari satu dekade — sudah usai. Fajar kini berpasangan tetap dengan Muhammad Shohibul Fikri; duet yang lahir dari perombakan pasangan itu bahkan sempat menjuarai China Open 2025 dan kini menembus peringkat lima dunia. Rian Ardianto sendiri mendapat pasangan baru dalam penataan ulang tersebut.

Di sektor ganda putri, hengkangnya Apriyani membuka ruang bagi regenerasi. Nama-nama muda seperti Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum tampil sebagai bagian dari lapis kedua yang tengah dimatangkan, mendampingi pasangan berpengalaman seperti Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Pola yang sama terlihat di seluruh sektor: memadukan atlet utama untuk menjaga poin peringkat dengan pelapis yang diberi panggung bertahap.

Pendekatan ini bukan tanpa risiko. Merombak pasangan mapan berarti memulai lagi proses membangun chemistry dari titik yang lebih awal — sesuatu yang butuh waktu dan hasil, bukan sekadar niat. Rangkaian tiga turnamen Juli menjadi laboratorium pertama untuk menilai apakah keputusan-keputusan ini berbuah, atau justru menuntut evaluasi lanjutan.

Bayang-Bayang Dominasi China dan Korea Selatan

Di luar urusan skuad, peta persaingan global tetap dikuasai dua kekuatan lama. Di tunggal putra, Shi Yuqi asal China bertengger di peringkat satu dunia dan merupakan juara bertahan Japan Open, dibayangi Kunlavut Vitidsarn (Thailand) di posisi kedua. Di tunggal putri, dominasi An Seyoung dari Korea Selatan nyaris tanpa tanding — sang juara Olimpiade itu menyapu banyak gelar musim ini, termasuk Indonesia Open 2026, dan menjadi rintangan terberat bagi Putri Kusuma Wardani.

Karena itu, ekspektasi terhadap wakil Indonesia sebaiknya diletakkan proporsional. Japan Open dan China Open menyajikan persaingan merata dengan para unggulan dunia, sementara Taipei Open memberi ruang lebih longgar bagi pelapis untuk menunjukkan kualitas. Kombinasi ini justru ideal: ajang bertekanan tinggi menguji tim inti, ajang yang lebih terbuka menempa generasi berikutnya. Sorotan lengkap perjalanan para pemain juga dapat diikuti melalui kanal resmi seperti Olympics.com.

Baca Juga: Motor Listrik vs Bensin: Hemat Mana?

Pertandingan Badminton yang Dinanti di Bulan Juli 2026

Pada akhirnya, jadwal badminton Juli 2026 menawarkan lebih dari sekadar rentetan pertandingan. Bagi penggemar, ini bulan penuh laga kelas dunia di zona waktu yang bersahabat dengan Asia. Bagi Indonesia, ini momen menilai dua hal sekaligus: sejauh mana tim inti mampu bersaing di level tertinggi, dan seberapa cepat pasangan-pasangan hasil perombakan menemukan bentuk terbaiknya.

Pertanyaan besarnya sederhana namun menentukan: akankah keberanian PBSI merombak komposisi — dari Apriyani/Dejan hingga regenerasi ganda putri — membuahkan lompatan prestasi, atau sekadar menambah daftar eksperimen yang butuh musim lebih panjang untuk matang? Tiga turnamen di bulan ini adalah ujian pertamanya. MEZZALA akan mengawal perjalanannya, dari Tokyo hingga Taipei.

Catatan redaksi Mezzala.id: jadwal, level turnamen, venue, dan total hadiah Japan Open 2026 (Super 750, Tokyo Metropolitan Gymnasium, 14–19 Juli), China Open 2026 (Super 1000, Changzhou Olympic Sports Centre, 21–26 Juli), dan YONEX Taipei Open 2026 (Super 300, Taipei Arena, 28 Juli–2 Agustus) dirujuk dari kalender resmi BWF World Tour serta pemberitaan terbarui hingga 8 Juli 2026. Semua turnamen di atas belum dimulai pada tanggal pemuatan; artikel ini bersifat pratinjau, bukan laporan hasil, dan daftar peserta dapat berubah.

Bagikan: WhatsApp X Facebook Telegram
✍️ Redaksi Mezzala.id
MEZZALA (mezzala.id), Media Digital Indonesia, Email: redaksi@mezzala.id
IKLANRuang Iklan Bawah970×90 / responsif
🏠Beranda 📰Terkini 🕌Cahaya Islam Premium